LEBAK  

​Kasepuhan Cisungsang Gelar Puncak Seren Taun 2025 Perayaan Syukur dan Pelestarian Adat

Lebak – Masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang, salah satu komunitas adat Sunda Wiwitan yang teguh melestarikan tradisi di kawasan Gunung Halimun, Kabupaten Lebak, Banten, kembali bersiap menggelar upacara adat akbar Seren Taun tahun 2025.

Perayaan puncak syukur atas hasil panen padi tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh, yaitu mulai dari tanggal 22 hingga 29 September 2025.

Acara ini menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah, menegaskan status Seren Taun Cisungsang sebagai salah satu Top Event budaya nasional yang kaya makna spiritual dan kearifan lokal.

​”Puncak Rasa Syukur dan Keseimbangan Alam Seren Taun, yang secara harfiah berarti “menyerahkan tahun”, adalah wujud rasa syukur yang mendalam masyarakat Kasepuhan Cisungsang kepada Nyi Pohaci Sanghyang Asri (Dewi Padi), dan juga kepada alam semesta atas panen melimpah yang telah diberikan.

​Menurut Abah usep (Sesepuh Adat) Kasepuhan Cisungsang, perayaan ini bukan sekadar ritual, melainkan cerminan filosofi hidup yang memegang erat prinsip.

keseimbangan antara manusia, alam, dan leluhur

​“Seren Taun adalah waktu kami ngareuremokeun (mengistirahatkan) padi di leuit (lumbung padi), memastikan cadangan pangan kami aman. Ini juga adalah komunikasi spiritual dengan alam.” ujar seorang perwakilan Juru Komunikasi Adat.

“Rangkaian Acara Penuh Makna
​Rangkaian acara Seren Taun 2025 akan menampilkan berbagai ritual dan kesenian tradisional yang unik dan otentik,di antaranya​

Rasul Pare di Leuit, Prosesi memasukkan sebagian hasil panen padi ke dalam lumbung utama sebagai simbol kesyukuran dan kemakmuran.

Balik Taun Rendangan, Ritual adat yang menandai pergantian tahun dan persiapan untuk musim tanam berikutnya​

Ngarengkong, Pertunjukan arak-arakan padi yang diikat pada bambu dengan hiasan ijuk, menghasilkan bunyi khas yang memukau, Ini menjadi salah satu pertunjukan paling dinantikan yang menggambarkan kegembiraan panen.

Puncak Seren Taun, Prosesi inti yang melibatkan semua elemen masyarakat adat, ditutup dengan doa bersama dan pertunjukan kesenian tradisional seperti Angklung Buhun, Dogdog Lojor, dan aneka tari adat.​

Panadaran, Penutup rangkaian acara, biasanya berupa doa keselamatan dan harapan untuk tahun mendatang.

Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah mendukung penuh perhelatan ini sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.

​Masyarakat dan wisatawan diundang untuk hadir dan menjadi saksi langsung kekayaan budaya Kasepuhan Cisungsang, dengan tetap menjunjung tinggi tata krama dan aturan adat yang berlaku selama perayaan berlangsung.

Tentang Kasepuhan Cisungsang

Kasepuhan Cisungsang adalah salah satu komunitas masyarakat adat Sunda Wiwitan yang berlokasi di Desa Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten.
Masyarakatnya dikenal memegang teguh tradisi leluhur, terutama dalam siklus pertanian padi, yang puncak perayaannya adalah Upacara Adat Seren Taun. (Wa”n)