LEBAK  

PHBN HUT RI Ke-81, Kecamatan Cijaku Buka Kejuaraan Budaya Seni Pencak Silat

Buanasenanews.com, Lebak – Dalam rangka memperingati Hari Besar Nasional (PHBN) HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten, secara resmi meluncurkan Kejuaraan Budaya Seni Pencak Silat. Kegiatan ini akan digelar di Halaman Kantor Kecamatan Cijaku, dengan mengusung tema “Merawat Budaya Menjaga Tradisi” sebagai wujud cinta tanah air sekaligus upaya pelestarian warisan leluhur bangsa.

Berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, kejuaraan tahun ini terbuka untuk umum. Peserta datang dari berbagai perguruan dan padepokan pencak silat yang tersebar di wilayah Lebak Selatan, tidak hanya terbatas pada warga Kecamatan Cijaku saja.

Acara pembukaan akan dihadiri langsung Camat Cijaku Cece Saputra, perwakilan Muspika, kepala desa se-kecamatan Cijaku, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelatih, peserta, serta warga sekitar.

“Penyelenggaraan kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan upaya nyata menjaga dan meneruskan warisan budaya asli Indonesia kepada generasi muda,” ujar Camat Cijaku vCece Saputra, Sabtu (19/7/2026).

Menurutnya, pencak silat merupakan identitas bangsa dan kekayaan budaya yang harus terus dirawat. “Melalui peringatan HUT RI ke-81 ini, kita ingin menanamkan nilai-nilai persaudaraan, kedisiplinan, dan cinta budaya di kalangan pemuda,” tambahnya.

Sementara itu Hasanudin S.H, Ketua Panitia Bidang Seni Budaya Pencak Silat menjelaskan, kegiatan ini akan diikuti puluhan peserta yang terbagi ke dalam dua kelompok usia, yaitu kategori remaja dan dewasa. Kami juga mengajak dan meminta kawan-kawan untuk di informasikan kepada para ketua padepokan yang ada di Lebak Selatan agar segera melakukan pendaftaran resmi kepada panitia, dengan batas akhir pendaftaran pada tanggal 09 Agustus 2026.

“Untuk menjamin objektivitas penilaian, kami mendatangkan dewan juri yang merupakan tenaga ahli dari luar wilayah Kecamatan Cijaku,” ungkapnya.

Kejuaraan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 10 hingga 12 Agustus 2026. Panitia menekankan semangat persatuan dan kebersamaan harus menjadi ciri utama sepanjang penyelenggaraan, yang sejalan dengan semangat kemerdekaan yang terus diperjuangkan bangsa.

Dalam proses penilaian, peserta diwajibkan menampilkan jurus khas padepokan masing-masing, lagu Buah Kaung, gerak serempak, serta kerapihan penampilan. Pemenang peringkat pertama, kedua, dan ketiga pada setiap kategori berhak mendapatkan piala serta uang pembinaan.

Warga menyambut baik rencana kegiatan ini dan berharap kejuaraan serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Hal ini dinilai penting agar tradisi pencak silat tetap lestari, dikenal luas, dan tumbuh kuat di tengah kemajuan zaman, sekaligus memperkokoh rasa persatuan masyarakat di wilayah Kecamatan Cijaku. (Red-Bsn)