Buanasenanews.com, Lebak — Kebakaran hebat yang terjadi di tempat pembuangan sampah Kampung Keusik Tiga, RT 004/RW 10, Desa Keusik, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, pada Senin (8/9/2026) sekitar pukul 17.40 WIB menjadi sorotan publik. Kebakaran itu sempat viral di sejumlah media daring.
Aktivis Lebak, Asep Sujana, menyampaikan dugaan sementara yang beredar menyebutkan api dipicu tumpukan limbah triplek yang dibuang dari perusahaan di Kecamatan Gunungkencana. Pemilik perusahaan disebut berinisial AW dan merupakan Anggota DPRD Provinsi Banten daerah pemilihan Kabupaten Lebak.
“Saya membaca dalam pemberitaan, dugaan sementara api bermula dari limbah triplek yang dibuang pihak perusahaan tersebut. Jika benar demikian, kejadian ini harus diusut tuntas hingga terang benderang,” ujar Asep.
Ia menegaskan pembuangan limbah pabrik di lahan terbuka dan pinggir jalan dinilai ilegal serta melanggar ketentuan hukum lingkungan.
“Jika memang bersumber dari limbah yang dibuang secara sembarangan, ini jelas pelanggaran hukum. Apalagi jika pemiliknya benar seorang anggota dewan, sanksi tegas harus dijatuhkan. Jangan sampai hukum tumpul ke atas,” ungkapnya.
Sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap pihak dilarang melakukan perbuatan yang menimbulkan pencemaran atau kerusakan lingkungan. Pelanggar dapat dikenai sanksi administratif, denda, hingga pidana penjara.
Asep juga mempertanyakan legalitas perusahaan serta sumber bahan baku kayu yang digunakan.
“Kita juga wajar mempertanyakan izin operasional perusahaan dan dari mana pasokan kayu berskala besar itu berasal,” katanya.
Di akhir pernyataan, Asep mengajak seluruh pihak menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan hutan di Lebak Selatan yang rentan terbakar pada musim kemarau.
“Mari kita jaga hutan bersama-sama, jangan sampai terjadi kerusakan yang merugikan banyak pihak,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan maupun Anggota DPRD Banten yang disebut-sebut terkait peristiwa tersebut.(Hn/Red)













