BANTEN  

Diduga Tanpa APD, Perbaikan Ramp Door di Dermaga 2 Merak oleh PT Trimas Berlangsung di Tengah Lalu Lintas Padat

Merak,– Menjelang libur panjang akhir Mei 2025, Pelabuhan Merak mulai dipadati kendaraan dan penumpang lintas Jawa–Sumatra. Namun di tengah persiapan itu, sorotan justru tertuju pada aktivitas perbaikan ramp door di Dermaga 2 yang diduga dilakukan tanpa mematuhi standar keselamatan kerja (K3).

Pantauan di lokasi pada Kamis (29/05/25) siang menunjukkan sejumlah pekerja dari PT Trimas—perusahaan pelayanan pelabuhan cabang Merak—tengah melakukan perbaikan teknis pada salah satu ramp door di dermaga tersebut. Perbaikan dilakukan setelah ramp door mengalami kerusakan akibat diduga ditabrak kapal salah satu milik PT Trimas beberapa waktu lalu saat proses bongkar muat kendaraan.

Kegiatan perbaikan ini mencakup pengelasan dan pengecekan struktur baja. Namun ironisnya, para pekerja tampak menjalankan tugas tanpa mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) standar seperti helm keselamatan, rompi reflektif, atau sepatu pelindung.

Pekerjaan Berisiko di Tengah Aktivitas Pelabuhan ,Kondisi ini dinilai membahayakan, mengingat ramp door merupakan titik vital bagi lalu lintas kendaraan berat seperti truk logistik dan bus penumpang menuju Sumatra melalui rute Merak–Bakauheni. Meskipun pekerjaan dilakukan saat dermaga tidak digunakan untuk bongkar muat, antrean kendaraan tetap tampak mengular di sisi dermaga, menunjukkan bahwa pelabuhan tetap aktif beroperasi.

“Keselamatan pekerja dan pengguna pelabuhan seharusnya menjadi prioritas utama, apalagi ini area terbuka dengan lalu lintas kendaraan besar,” ujar seorang petugas ASDP yang enggan disebutkan namanya.

Selain ketiadaan APD, lokasi pekerjaan juga terlihat tanpa pembatas atau rambu peringatan yang memadai. Padahal, menurut standar operasional di wilayah pelabuhan, penandaan zona kerja teknis merupakan keharusan demi mencegah kecelakaan kerja.

KSOP Belum Merespons, ASDP Benarkan Dikerjakan PT Trimas Saat dikonfirmasi, perwira jaga Pos Gedung Bundar Pelabuhan ASDP KSOP Kelas I Banten belum memberikan tanggapan terkait pelaksanaan pekerjaan maupun penerapan prosedur keselamatan kerja. Sementara itu, salah satu staf ASDP bernama Akbar membenarkan bahwa pekerjaan dilakukan oleh PT Trimas.

“Sudah kami informasikan ke pihak terkait. Itu memang pekerjaan dari PT Trimas,” ujarnya singkat kepada wartawan.

Kepala Cabang PT Trimas, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, menyampaikan bahwa perbaikan dilakukan atas permintaan ASDP. Kerusakan terjadi pada pelat tambalan hasil pengelasan yang terlepas saat proses bongkar muat kendaraan.

“Waalaikumsalam. Itu pelat tambalan hasil las yang lepas saat bongkar muat. ASDP minta dipasang kembali,” tulisnya.

Pelabuhan Merak: Vital Nasional, Tapi Celah K3 Masih Terbuka

Pelabuhan Merak melayani ratusan kendaraan setiap harinya dan menjadi simpul logistik utama antara Pulau Jawa dan Sumatra. Dalam konteks ini, perawatan infrastruktur seperti ramp door memang penting untuk menjamin kelancaran operasional. Namun, pelaksanaan perawatan yang mengabaikan aspek keselamatan justru dapat menimbulkan risiko baru bagi pekerja maupun pengguna jasa pelabuhan. (Red-Bsn)