Dugaan Ketimpangan Tenaga di SDN 1 Sukasenang: Pengawas Akan Lakukan Verifikasi

Lebak,buanasenanews.com – Isu dugaan ketimpangan jumlah tenaga pendidik dan kependidikan di SDN 1 Sukasenang, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, mendapatkan tanggapan resmi dari Pengawas Pendidikan Sekolah Dasar setempat. Entus Furqon menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan verifikasi menyeluruh berdasarkan data resmi sekolah dan peraturan yang berlaku. 5 Juni 2026

“Jumlah pegawai di sekolah terdiri dari kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Ketiganya memiliki tugas dan fungsi yang berbeda, sehingga tidak semuanya dapat dihitung sebagai tenaga pengajar,” tegasnya saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan bahwa penempatan tenaga tidak hanya dilihat dari jumlah siswa, melainkan mengacu pada jumlah rombongan belajar, beban kerja, dan ketentuan perundang-undangan. “Kami akan terus memantau dan mengevaluasi agar pelaksanaan tugas sesuai aturan, serta mendorong pemerataan sumber daya pendidikan secara adil,” tambahnya.

Pengawas juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan data akurat dalam menyikapi isu ini. “Perhatian publik terhadap pendidikan sangat kami apresiasi, namun diperlukan informasi yang objektif agar pelayanan pendidikan tetap berkualitas dan berkeadilan,” ujarnya.

Sebelumnya, aktivis Lebak Selatan Deden Haditiya mengemukakan keprihatinannya terkait komposisi tenaga di sekolah tersebut. “Dengan jumlah siswa hanya 50 orang, tercatat ada 6 orang tenaga yang bertugas. Kami mempertanyakan apakah alokasinya sudah tepat, apalagi di sekolah lain masih kekurangan guru tetap,” ungkapnya pada 4 Juni 2026.

Ia juga menyoroti dugaan tumpang tindih tugas. “Di lapangan terlihat hampir tidak ada perbedaan tugas; tenaga yang seharusnya mengurus administrasi justru ikut mengajar. Kami khawatir hal ini tidak sesuai aturan dan berharap ada evaluasi menyeluruh,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala SDN 1 Sukasenang Junaedi memberikan penjelasan tertulis. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan data resmi, terdapat 2 guru ASN dan 1 guru honorer yang menangani 50 siswa.

“Seluruh pegawai berjumlah 6 orang: 1 kepala sekolah, 2 guru ASN, 1 guru honor, dan 2 tenaga kependidikan. Keduanya memiliki fungsi berbeda, sehingga tidak bisa disamakan,” jelasnya. 04/06/2026

Redaksi menegaskan bahwa berita ini disusun berdasarkan keterangan berbagai pihak. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi bagi instansi terkait dan akan menyampaikan informasi lebih lanjut apabila hasil verifikasi telah diperoleh. Apabila ditemukan kesalahan fakta, redaksi berkomitmen melakukan ralat secara terbuka. (Red-Bsn)