LEBAK  

Diduga Ada Pemangkasan Uang PIP di Sekolah SMPN 5 Cileles

Lebak – Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan upaya pemerintah untuk memberikan bantuan kepada siswa-siswi dari keluarga prasejahtera dan rentan miskin di seluruh Indonesia. PIP yang dijalankan melalui kementerian pendidikan memberikan dukungan finansial kepada siswa mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA

Lain hal yang terjadi di SMPN 5 Cileles, tepatnya di desa Margamulya kecamatan Cileles, kabupaten lebak Banten, ada dugaan di sekolah ini dana PIP yang sudah dicairkan dari Bank, dipangkas pihak sekolah

Sontak hal itu pun menuai reaksi dari para orang tua/wali murid, mereka terkejut dan bertanya-tanya saat mendengar cerita dari anak-anaknya seusai mencairkan uang program PIP tersebut dari bank.

“Jadi pada waktu pencairan PIP beberapa murid termasuk anak saya itu dibawa dan diantar ke bank oleh dua orang guru namanya pak Budi sama ibu Erna, nah setelah keluar uangnya di ambil oleh para guru tadi yang menunggu diluar bank” kata salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi wartawan Buanasenanews, Jumat (26/7/2024)

“Pencairannya di bank BRI cabang gunungkencana pada bulan Juni 2024, kira-kira seminggu setelah hari raya idul Adha” sambungnya

Tak hanya itu, Ia juga menerangkan setelah selesai pencairan PIP uangnya kemudian dikumpulkan disekolah, baru kemudian wali murid di panggil untuk datang ke sekolah

“Setelah para wali murid datang ke sekolah satu demi satu diberikan amplop berisi uang oleh guru, nah yang jadi heran, kata anak saya waktu pencairan PIP di bank nama anak saya mendapatkan uang Rp.750.000 tapi yang kami terima didalam amplop yang dikasih sama guru disekolah isi uangnya hanya Rp. 550.000” kata wali murid

Dengan sistem seperti itu wali murid heran dan bertanya-tanya apakah benar aturannya seperti itu, karena menurut mereka jika sisa uangnya dipotong untuk biaya kenaikan kelas atau kelulusan siswa tidak mungkin sebesar itu, kalau dipotong biaya operasional kendaraan ke bank juga tidak mungkin sebesar itu

“Biaya kelulusan maupun kenaikan kelas itu sudah dimusyawarahkan sebelumnya dan kami sudah bayar lunas, baju seragam ataupun yang lainnya kami juga tidak pesan, kan aneh separuh lagi uangnya kemana” pungkasnya

Berbeda dikatakan pihak sekolah SMPN 5 Cileles saat di klarifikasi mengenai hal tersebut, menurut Budi (salah satu guru), uang PIP yang diberikan semuanya utuh namun ia mengakui jika pembagian uang PIP disekolah itu menggunakan amplop

“Jadi sengaja pembagian uangnya kami menggunakan amplop waktu itu supaya rapi saja” terangnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (29/7/2024)

Ia juga mengatakan, jika sistem pembagian seperti itu telah diketahui dan disepakati oleh komite sekolah SMPN 5 Cileles, ucap Budi

Ditempat terpisah, Oleh, selaku komite sekolah SMPN 5 Cileles membenarkan jika uang yang diberikan oleh guru kepada wali murid memang menggunakan amplop, namun ia tidak mengetahui mengenai sistem pencairannya di Bank.

“Kalau pencairan PIP di bank saya tidak tahu entah itu kolektif atau seperti apa, tapi jika uang yang diberikan oleh guru nilainya memang sebesar yang di sebutkan tadi Rp.550.000 masing-masing wali murid, kebetulan anak saya juga mendapatkan bantuan PIP itu dan isi uang di amplop yang saya terima memang sebesar itu, ya mungkin sisa uang yang lainnya itu terpakai operasional dan makan minum murid saat melakukan pencairan di Bank” kata Oleh. (Endang.S)