BANTEN  

Puluhan Warga Datangi Kantor Desa Jagabaya Untuk Unjuk Rasa

Lebak, – Puluhan warga desa Jagabaya kecamatan Warung Gunung Kabupaten Lebak, melakukan unjuk rasa. Unjuk rasa tersebut akibat maraknya pemberitaan yang beredar tentang kepala desa yang sedang berduaan dengan stafnya di suatu penginapan atau hotel, sehingga masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Desa Jagabaya Kamis (7/11/2024).

Simson, kordinator aksi unjuk rasa dalam aksinya mengatakan, aksi unjuk rasa ini sebagai bentuk kekecewaan kepada kepala desa yang ramai di pemberitaan, sehingga kami meminta kepada BPD agar melayangkan surat ke dinas DPMPD, agar kepala desa di non aktifkan ujarnya.

Wakil ketua Karang Taruna yaitu Abadi dalam orasinya menambahkan, adanya unjuk rasa akibat maraknya pemberitaan miring tentang kepala desa, dan kami meminta kepala Desa jika merasa tidak benar terhadap maraknya berita miring tersebut, kami meminta kepala desa untuk melaporkan Dewan Musa, dan jika melaporkan dewan musa kami siap di depan kepala desa ketusnya.

Seorang ibu yang turut ikut unjuk rasa saat di mintai komentarnya terkait tujuan unjuk rasa mengatakan, “kami unjuk rasa hanya ikut ikutan saja”, dan saat di tanya namanya siapa ibu tersebut tidak menjawab sambil pergi.

Embay selaku suami dari istri yang bersama kepala desa Jagabaya yang miring dalam pemberitaan mengatakan hadir dalam aksi unjuk rasa tersebut, dan mengatakan, bahwa pemberitaan yang miring terkait istrinya bersama kepala desa itu tidak benar, dan juga benar pun maka saya orang yang pertama dan berhak untuk melaporkan kepala desa karena dirinya yang merasa dirugikan, namun dikarenakan pemberitaan yang beredar tersebut itu tidak benar tegasnya.

Camat Warung Gunung Apip, dalam unjuk rasa tersebut mengatakan, sambil memberikan buntelan lembaran seputar tentang persoalan yang terjadi di Desa Jaga baya, pertama berisi tentang informasi beredarnya 4 media yang menulis tentang kepala desa Jagabaya, serta aturan tentang hukum pemerintahan desa, dan yang ketiga yaitu laporan BPD dan pihak kecamatan yang sudah melaporkan ke DPRD ujarnya.

Sementara itu Ahmad, kepala Desa Jagabaya menanggapi aksi unjuk rasa tersebut mengatakan, bahwa hal itu terjadi akibat mantan istrinya yang selalu membuntuti dirinya sehingga ramai di pemberitaan dan adanya aksi unjuk rasa ujarnya. (Alek.MS)