BANTEN  

Harga Sembako di Muara Binuangeun Naik Sebelum Ramadhan, Kenaikan Sampai Rp 50.000 per Kilogram

Lebak – Memasuki hari keempat bulan suci Ramadhan 1447 H/2026, harga komoditas pangan mulai merangkak naik di sejumlah wilayah. Di Pasar Tradisional Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak-Banten, kenaikan harga telah terjadi sejak sepekan lalu dan diprediksi akan terus meningkat menjelang Idul Fitri.

Berdasarkan pantauan Buanasenanews.com di pasar tersebut pada Minggu (22/2/2026), beberapa kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga.

Salah satu pedagang sembako, Sahri, mengungkapkan bahwa kenaikan harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri sudah menjadi hal yang biasa terjadi. Menurutnya, kenaikan tersebut disebabkan oleh kenaikan harga dari pihak pemasok, sehingga para pedagang terpaksa menyesuaikannya. “Sudah naik sebelum bulan puasa, kira-kira sekitar sepekan lalu,” ujar Sahri.

Saat ini, harga kebutuhan pokok naik berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 50.000 dari harga normal. Contohnya, tomat naik dari Rp 10.000/kg menjadi Rp 15.000/kg; minyak goreng dari Rp 18.000/liter menjadi Rp 19.000/liter; timun dari Rp 10.000/kg menjadi Rp 12.000/kg; telur ayam dari Rp 30.000/kg menjadi Rp 32.000/kg; cabe merah kriting dari Rp 50.000/kg menjadi Rp 60.000/kg; dan bawang merah dari Rp 40.000/kg menjadi Rp 45.000/kg. Sementara itu, harga bawang putih masih stabil di angka Rp 40.000/kg.

Cabai rawit setan yang biasanya dijual dengan harga Rp 50.000-Rp 60.000/kg bahkan meroket hingga Rp 100.000/kg. Sedangkan cabe rawit hijau naik dari Rp 48.000/kg menjadi Rp 50.000/kg. “Biasanya menjelang Idul Fitri, harga-harga kembali naik lagi,” jelas Sahri. Menurutnya, kenaikan harga sembako yang signifikan ini sudah menjadi tradisi tahunan saat menjelang dan selama Ramadhan maupun menjelang Idul Fitri.

Puput (30), seorang ibu rumah tangga yang sering berbelanja di pasar tersebut, mengatakan bahwa kenaikan harga sembako adalah masalah klasik yang terus terjadi setiap tahunnya. Menurutnya, warga sudah jenuh karena masalah ini belum terselesaikan hingga kini.

“Kita menginginkan berbelanja barang pangan dengan harga yang terjangkau di tengah kondisi ekonomi saat ini. Peran pemerintah sangat dinantikan untuk menangani hal ini,” ujarnya. (K’San)