LEBAK  

Jalan Ciparanje–Nagreg Dapat di Perbaiki Secara Swadaya Masyarakat Setempat

Lebak –Jelang Idull fitri Warga Kampung Nagreg, Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, telah menunjukkan semangat gotong royong dengan melakukan pengecoran dan pengurugan jalan desa secara swadaya.(Minggu/1/3/2026)

Perbaikan jalan tersebut dilakukan menggunakan dana hasil iuran warga setempat. Langkah ini diambil karena kondisi jalan sebelumnya rusak bahkan sudah lama tidak mendapatkan perbaikan, sehingga menyulitkan semua pengguna jalan terutama yang menggunakan kendaraan untuk beraktivitas masyarakat sehari-hari, terutama saat musim hujan.

“Menurut salah satu warga setempat Arif saat berbincang dengan awak media buanasenanews.com menjelaskan “kami iuran karena kami ingin punya jalan yang stabil, karena jalan ini sudah lama tidak pernah ada perbaikan agar semua pengguna jalan bisa berjalan aman dan lancar apalagi jelang hari raya idul fitri banyak sekali yang ingin mudik sehingga dengan adanya perbaikan jalan ini semua pengguna jalan merasa lancar, dan kami ucapkan terimakasih pada semua masyarakat yang telah ikut berpartisipasi untuk perbaikan jalan ini”ujarnya.

Proses pengerjaan jalan dilakukan secara bersama-sama, mulai dari pengurugan menggunakan material tanah dan batu hingga pengecoran agar jalan lebih kokoh dan tahan lama. Kebersamaan warga terlihat jelas dalam setiap tahapan pekerjaan.

Dengan adanya perbaikan ini, masyarakat berharap akses transportasi menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman. Selain itu, diharapkan pula adanya perhatian dari pemerintah agar pembangunan infrastruktur desa dapat terus ditingkatkan secara merata.

Ditempat terpisah sekretaris desa (sekdes)Desa Cigoong Utara saat di minta komentarnya mengatakan, ia mengakui tidak mengetahui adanya iuran warga tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa pemerintah desa sebenarnya telah merencanakan pembangunan Jalan Ciparanje–Nagreg sepanjang kurang lebih 1.000 meter pada tahun 2026.

“Untuk iuran saya tidak tahu. Namun untuk jalan, di tahun 2026 rencana kami mau fokuskan pembangunan ke Jalan Ciparanje–Nagreg. Cuma untuk tahun ini tidak bisa di realisasikan karena ada pengurangan anggaran. Anggaran Dana Desa tahun 2026 hanya di angka Rp373.456.000,” ujarnya.

Ia menambahkan, rencana pembangunan tersebut sebelumnya telah melaksanakan Musdes bersama BPD serta RT/RW dalam rapat penyusunan APBDes Tahun Anggaran 2026. Namun, akibat pengurangan anggaran dari pemerintah pusat, program tersebut tidak dapat direalisasikan.

“Biasanya anggaran yang kita dapat di angka sekitar Rp1 miliar, namun di tahun 2026 hanya Rp373.456.000, sehingga rencana pembangunan jalan tersebut belum bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Pemerintah desa tersebut berharap ke depan anggaran dapat kembali normal sehingga pembangunan infrastruktur, khususnya jalan desa yang menjadi akses utama masyarakat, dapat terealisasi sesuai rencana.

Masyarakat pun berharap pihak-pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Warga menegaskan agar pembangunan infrastruktur tidak hanya sebatas wacana atau janji semata, melainkan benar-benar direalisasikan demi kepentingan bersama.

Mereka juga meminta adanya kepastian waktu dan komitmen nyata agar akses jalan desa dapat mendukung untuk beraktivitas di sektor, kesehatan, pendidikan dan pertanian agar masyarakat desa tersebut mampu meningkatkan perekonomiannya, terutama dengan stabilnya infrastruktur jalan Poros desa. (Alex M.S)