KLH Tegaskan Pembangunan Sejalan Pelestarian Alam, Anugerahkan Penghargaan kepada Emil Salim

Jakarta,buanasenanews.com – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan komitmennya memastikan laju pembangunan nasional tidak mengorbankan kelestarian alam. Langkah ini sejalan dengan pandangan tokoh lingkungan hidup nasional, Prof. Dr. Emil Salim, yang menekankan bahwa kemajuan peradaban dan perlindungan ekosistem harus berjalan beriringan demi masa depan bangsa. (8 Juni 2026)

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, dalam acara “Inspirasi Perjalanan Karya dan Bakti Negeri Prof. Dr. Emil Salim” di Jakarta. Ia menilai pemikiran Prof. Emil Salim tetap relevan sebagai landasan menghadapi tantangan krisis ekologis saat ini.

“Nilai-nilai perjuangan lingkungan hidup yang ditekankan Prof. Emil Salim menjadi bagian dari pembentukan moral dan etika kita. Etika ini memandu kita untuk bertanggung jawab, mengambil langkah nyata mengendalikan kerusakan alam, serta memastikan pemanfaatannya secara adil dan seimbang,” ujar Menteri Jumhur.

Kesadaran tersebut dinilai penting mengingat posisi Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Kekayaan alam yang meliputi 22 tipe ekosistem, 120 juta hektare kawasan hutan, 20 juta hektare lahan gambut, serta garis pantai sepanjang 108.000 kilometer, berfungsi sebagai penyangga kehidupan dan benteng alami menghadapi perubahan iklim serta bencana lingkungan.

Selain manfaat ekologis, alam yang terjaga juga memiliki nilai ekonomi yang besar.

“Keanekaragaman hayati mendukung ketahanan pangan, pengembangan obat-obatan, ekonomi hijau, bioprospeksi, hingga industri berbasis sumber daya genetik. Potensi ekonomi dan lapangan kerja ini sangat menjanjikan, asalkan dikelola secara bertanggung jawab,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Emil Salim dalam kesempatan tersebut menyampaikan pandangan mendasar mengenai hubungan manusia dengan alam.

“Alam bukan sekadar objek pemanfaatan, melainkan juga subjek yang memiliki kehidupan. Oleh karena itu, pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan pemerintah saja. Diperlukan keterlibatan dan kerja sama seluruh pihak,” pesannya.

Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan pemikirannya, KLH/BPLH secara resmi menganugerahkan “Rhaksa Bumi Prize” kepada Prof. Emil Salim. Penghargaan ini diserahkan bersamaan dengan peluncuran buku karyanya berjudul Jejak Nurani, Sebuah Visi untuk Negeri, yang memuat gagasan mengenai ekonomi, pembangunan, lingkungan hidup, dan kemanusiaan.

Menutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Menteri Jumhur mengajak seluruh elemen masyarakat dan dunia internasional untuk bersatu menjaga bumi.

“Kita hanya memiliki satu bumi yang diwariskan lintas generasi. Mari jadikan momentum ini sebagai titik tolak menuju pembangunan berkelanjutan, dan tunjukkan bahwa Indonesia mampu menjadi contoh bagaimana kemajuan dan pelestarian alam dapat berjalan berdampingan,” pungkasnya. (Hn/Red)