Lebak – Dana BOS adalah program yang diusung pemerintah untuk membantu sekolah di Indonesia agar dapat memberikan pembelajaran dengan lebih optimal, bantuan yang diberikan melalui dana BOS yakni berbentuk dana. Dana tersebut dapat dipergunakan untuk keperluan sekolah, seperti pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah hingga membeli alat multimedia untuk menunjang kegiatan belajar mengajar
Lain hal yang terjadi di sekolah dasar negeri (SDN) 2 Tamansari, yang lokasinya berada di desa Tamansari kecamatan Banjarsari kabupaten Lebak Banten. Disekolah ini ramai diberikan oknum kepala sekolah diduga telah melakukan manipulasi data laporan penggunaan dana BOS pasalnya, ada dugaan kebanyakan dari laporannya mengenai dana BOS itu adalah fiktif
Hal itu diperkuat dengan menggelembungnya anggaran yang dianggarkan untuk gaji guru honor setiap tahunnya, dalam anggaran untuk gaji guru honor berdasarkan data mencapai 88.000.000 untuk tahap 1 dan tahap 2 60.000.000, angka ini cukup fantastis jika dilihat dari guru honor yang hanya 4 orang di sekolah tersebut, dari jumlah anggaran BOS yang diterima pihak sekolah sebesar Rp 133.650.000.
Menyikapi itu awak media Buanasenanews.com mencoba menggali informasi dari salah satu seorang guru honor namun ia tidak mau memberikan keterangan lebih jauh mengenai hal itu
“Kalau soal digaji berapa perbulannya saya gimana dikasihnya saja sama sekolah karena saya hanya guru honor, sangat tidak mungkin juga bagi saya untuk menjelaskan semuanya mengenai dana BOS karena saya juga bukan operator yang mengurus itu, jadi silahkan saja tanyakan langsung kepada kepala sekolah” kata seorang guru saat ditemui dirumahnya, Jumat (9/8/2024)
“Kemarin juga ada yang datang ke sekolah menanyakan hal yang sama saya di tegur sama kepsek dalam rapat, katanya beritanya terbit pokonya saya enggak tau lah” sambungnya
Tak puas dengan jawaban itu, awak media kemudian mencoba menghubungi kepala sekolah untuk mengklarifikasi mengenai berita yang beredar melalui pesan WhatsApp namun tidak ada jawaban, mencoba di hubungi via telepon tidak diangkat.
Tak hanya itu, dari hasil pemantauan di sekolah saat awak media mendatangi sekolah, memang benar sarana dan prasarananya tidak di perhatikan, terlihat beberapa pintu sekolah yang tanpa kunci dan hanya memakai sebilah kayu, dinding sekolah dan catnya banyak yang terkelupas. (Red-Bsn)












