Pelaku Pembunuh Gadis Penjual Gorengan Berhasil Diringkus Polisi

Sumatera Barat, – Tersangka kasus pembunuhan gadis penjual gorengan Nia Kurnia Sari (NKS) akhirnya berhasil ditangkap hari Kamis, 19 September 2024. Pelaku berinisial IS diringkus oleh jajaran kepolisan di sebuah rumah kosong, desa Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat setelah 11 hari buron.

Tim gabungan polisi dan warga sekitar berhasil menangkap tersangka yang bersembunyi di plafon rumah kosong.
Berdasarkan keterangan resmi dari Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, tersangka memang cukup sulit ditangkap hingga membutuhkan waktu berhari-hari.
“Proses penangkapannya ini cukup lama sekitar 11 hari semenjak ditemukannya korban makam yang tidak wajar dan di situlah kami bergerak untuk melakukan penyisiran dan melihat TKP,” ungkap AKBP Ahmad Faisol Amri, dikutip dari YouTube Kompas TV Lampung, Hari Jum’at, 20 September 2024.

Faisol menjelaskan bahwa tim Kepolisian sempat kesulitan untuk menemukan pelaku dikarenakan sering bersembunyi di hutan.
“Hingga beberapa hari, kami kesulitan dalam mencari pelaku ini dikarenakan informasi dari masyarakat, sering menemukan pelaku ini berada di hutan,” jelasnya.

Masih menurut Faisol, penyisiran pelaku dibantu oleh tim gabungan dari Dirkrimum Polda Sumatera Barat, Polres Padang Pariaman, dan juga warga masyarakat namun tak kunjung berhasil.

Faisol juga menceritakan kronologi penangkapan pelaku, di mana haru Kamis, 20 September 2024, sejak pagi jajaran kepolisian sudah menginstruksikan pada seluruh warga dan support dari tim Forum Pimpinan Polres Padang Pariaman untuk menerjunkan dan menggerakkan masyarakat.
“Mulai dari pagi jam enam, itu menyisir rumah yang ada di sekitarnya, karena wilayah Kayu Tanam ini banyak perhutanan dan perkebunan,” jelas Faisol.

Warga masyarakat juga memberikan informasi terkait kecurigaan bahwa ada sebuah rumah kosong yang didalamnya terlihat gelagat orang tetapi rumah dikunci.
Karena memang di wilayah Kayu Tanam di sekitar perkebunan dan hutan, banyak rumah atau pondok kosong.

Selain itu, berdasarkan penelusuran dari tim kepolisian dan kesaksian warga yang sering melihat pelaku berjalan sendirian waktu malam atau subuh di tempat-tempat berbeda, selanjutnya pelaku bersembunyi di tempat kosong untuk mengalihkan kecurigaan dan perhatian masyarakat kepadanya. (Hn/Red)