LEBAK  

Penuh Kenangan, Perpisahan KKN Mahasiswa UIN SMH di Desa Kujangsari

Lebak – Suasana haru dan penuh makna menghiasi perpisahan kelompok kuliah kerja nyata (KKN), mahasiswa UIN SMH (universitas Islam negeri sultan Hasanuddin Banten), dengan masyarakat desa Kujangsari kecamatan Cileles Kabupaten Lebak, Kamis (22/8/2024)

Dalam moment ini kelompok mahasiswa UIN sebanyak 14 orang menyerahkan piagam penghargaan dan cendramata yang berbentuk tong sampah sebagai bentuk rasa terimakasih atas dedikasinya masyarakat desa Kujangsari

“Kami ucapkan terimakasih kepada bapak kepala desa Kujangsari, kepada tokoh masyarakat, karang taruna dan seluruh masyarakat desa Kujangsari yang telah mendukung kami selama melaksanakan program KKN, tentunya pengalaman ini akan membekas dalam ingatan kami sepanjang hidup” kata Muhammad Abid Naufal, selaku ketua KKN

“Luar biasa ilmu atau pengalaman yang kami dapatkan selama mengabdi disini, mudah-mudahan cendramata yang kami berikan bermanfaat untuk masyarakat” ungkapannya

Perpisahan ini tidak hanya menjadi momen untuk merayakan keberhasilan mahasiswa selama melaksanakan program KKN di desa Kujangsari, tetapi juga sebagai wujud penghargaan terhadap semangat mahasiswa dalam memberikan manfaat bagi masyarakat desa, program ini menunjukkan betapa pentingnya peran mahasiswa dalam pembangunan masyarakat dan kesejahteraan bersama

Begitupun pesan bermakna kepada mahasiswa yang dikatakan oleh kepala desa Kujangsari Adnan Kasogi atau (jaro Ogi), ia mengatakan agar selalu menjalin silaturahmi meski sudah menyelesaikan tugas KKN di desa tersebut. menurutnya, sejatinya perpisahan adalah merupakan awal dari persaudaraan

“Kerja keras dan dedikasi mahasiswa sangat kami hargai, mudah-mudahan semangat pengabdian kalian dapat menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya, saya atas nama pemerintahan desa Kujangsari dan masyarakat, mohon dimaafkan jika ada salah kata juga kekurangan dalam sambutannya selama para mahasiswa menempuh KKN di desa kami ini” terangnya

Seperti kita tahu, kegiatan KKN merupakan bentuk implementasi nyata dari pembelajaran berbasis masyarakat yang diterapkan oleh institusi pendidikan Mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan baru melalui kegiatan akademisi, tetapi juga berinteraksi dan memberikan kontribusi kepada masyarakat di lingkungan sekitar. Di tengah semangat inilah, perpisahan menjadi bagian tak terpisahkan yang membawa pesan-pesan berharga kepada mahasiswa. (Apip.R/En)