Lebak – Naas Tiga orang nelayan asal desa Wanasalam dan satu orang asal desa Muara kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak-Banten, di kabarkan hilang dari pergi melaut sejak Jum’at (8 Maret 2024) sekira pukul 15.30 WIB, dengan membawa perahu Diesel MJ Mugi Jaya milik bapak Padil, berangkat dari dermaga Binuangeun menuju perairan tangkapan ikan sekitaran pulau Tinjil.
Pendi, salah satu dari saudara korban mengatakan, Empat nelayan tersebut pergi melaut pada Jum’at (8 Maret 2024), lalu sekira pukul 15.30 sore, mereka mencari tangkapan ikan ke perairan sekitaran pulau tinjil Samudra Hindia, sejak awal mereka hanya berencana melaut selama dua hari saja, seharusnya kemungkinan hari Sabtu sore 9 Maret 2024 sekira pukul 16.00, sudah tiba di dermaga Binuangun.
“Sudah lima hari lima malam belum kembali dari Jum’at (8/3/2024), dan tadi malam Rabu (13/3/2024) dikabarkan bahwa perahu Mugi Jaya yang mereka bawa ada dan terbawa arus sampai di daerah Jawa Tengah, Pantai Glagah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” ungkap Pendi Kepada Buanasenanews.com, Kamis (14/03/2024).
“Menurut informasi yang di himpun oleh awak media Buanasenanews.com menyebutkan, bahwa dua ABK yang berhasil diselamatkan dan sudah di evakuasi ke RS Temon. 1, Rasita alamat kampung Budi Mulya Rt 07/Rw 01 desa Wanasalam dan yang ke 2 bernama Acil, alamat kampung Binuangeun desa Muara.
Dua ABK yang berenang belum bisa mencapai daratan saat ini. Dua ABK tersebut masih dalam pencarian yang intensif, yang pertama 1 bernama Arba, alamat kampung Warga Mulya Rt 07/Rw 04, Desa wanasalam. Dan yang ke Dua bernama Anggit kampung Budi Mulya Rt 07/Rw 01, desa Wanasalam.
Sumber info : Kang Arman @~ (SAR DIY Kulonprogo). Lewat pesan tertulis menerangkan, jika Dua orang sempat berada di perairan Kulon Progo tepatnya di selatan Pantai Glagah. Mereka bersama dua orang nelayan lain, sehingga total yang ada di kapal (Mugi Jaya) Empat orang.

Mesin kapal mati, melihat adanya daratan sehingga mereka memutuskan berenang menuju daratan. Dua nelayan berhasil selamat, sedangkan dua nelayan lain, belum diketahui keberadaannya.
“Informasinya pada hari Rabu malem (13 Maret 2024), sebuah perahu nelayan mati mesin 4 ABK mencoba berenang ke daratan. 2 ABK berhasil mendarat sampai di Dermaga Karangwuni, Wates, Kulon Progo dengan selamat dan sudah di evakuasi ke RS Temon, 2 ABK lainnya yang berenang belum bisa mencapai daratan, saat ini 2 ABK tersebut masih dalam pencarian yang intensif, “Ujarnya. (K,San)












