LEBAK  

JBB DPC Malingping Kecam Dugaan Arogansi terhadap Wartawan

Buanasenanews.com, Lebak — Jawara Banten Bersatu (JBB) DPC Malingping menyatakan keprihatinan sekaligus mengecam dugaan tindakan arogansi yang terjadi terhadap sejumlah wartawan di wilayah Kecamatan Malingping, Minggu (16/08/2026).

Sikap tersebut disampaikan Ketua JBB DPC Malingping, Iwan H, menyusul beredarnya rekaman video yang memperlihatkan adanya perdebatan dengan nada tinggi dan dugaan tindakan intimidatif terhadap wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistik.

Menurut Iwan, apa pun persoalan yang menjadi latar belakang peristiwa tersebut, tindakan berupa kemarahan, tantangan fisik maupun ucapan yang bernada intimidasi terhadap wartawan tidak semestinya terjadi.

“Kami dari JBB DPC Malingping mengecam keras segala bentuk tindakan arogansi, intimidasi maupun ancaman terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas. Kalau ada persoalan dengan pemberitaan atau pertanyaan wartawan, jawab dengan klarifikasi dan data, bukan dengan emosi atau tantangan fisik,” tegas Iwan H.

Ia menilai profesi wartawan memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat karena pers merupakan salah satu sarana bagi publik untuk mendapatkan informasi sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial.

Karena itu, menurutnya, perbedaan pendapat antara pejabat publik dengan insan pers seharusnya diselesaikan melalui dialog yang sehat dan sesuai koridor hukum.

“Wartawan datang untuk melakukan konfirmasi. Kalau ada pertanyaan yang dianggap tidak tepat atau pemberitaannya dianggap merugikan, silakan gunakan hak jawab atau tempuh mekanisme yang tersedia. Jangan sampai persoalan komunikasi berubah menjadi intimidasi atau konflik fisik,” ujarnya.

Iwan juga menegaskan bahwa JBB tidak bermaksud mencampuri proses hukum maupun mengambil kesimpulan atas persoalan yang sedang terjadi.

Namun, sebagai organisasi kemasyarakatan, JBB berkepentingan menjaga agar situasi di tengah masyarakat tetap kondusif dan setiap persoalan diselesaikan secara bermartabat.

“Kami tidak ingin persoalan ini berkembang menjadi konflik antarpihak. Kami mendorong semua pihak menahan diri, mengedepankan tabayun, klarifikasi dan hukum. Tetapi di sisi lain, kami juga meminta agar profesi wartawan dihormati dan tidak dijadikan sasaran intimidasi ketika menjalankan tugasnya,” kata Iwan.

Lebih lanjut, JBB DPC Malingping mengingatkan bahwa kritik, pertanyaan dan kontrol sosial merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Pejabat publik, kata Iwan, semestinya memberikan contoh bagaimana menghadapi kritik dan pertanyaan dengan sikap dewasa.

“JBB berdiri untuk menjaga kondusivitas dan marwah masyarakat. Kami tidak membenarkan kekerasan dari pihak mana pun. Tetapi kami juga tegas: jangan intimidasi wartawan. Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan secara terbuka, profesional dan melalui jalur hukum,” pungkasnya.

JBB DPC Malingping berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak agar hubungan antara pemerintah, masyarakat dan insan pers tetap berjalan dalam suasana saling menghormati. (Wawan)