Buanasenanews.com, Lebak – Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, mendorong agar lahan perkebunan kelapa sawit milik PTPN IV Regional I KSO Distrik Jawa Barat yang masa Hak Guna Usahanya (HGU) telah habis, dapat dialihfungsikan menjadi kawasan perkantoran, permukiman, serta fasilitas publik lainnya.
Permintaan ini disampaikan langsung oleh Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Pemkab Lebak, Alkadri, dalam pertemuan dengan perwakilan PTPN IV Regional I KSO Distrik Jawa Barat beberapa waktu lalu.
“Ada beberapa hal yang kita sampaikan, pertama soal HGU PTPN yang sudah habis. Jika pihak mereka berminat memperpanjang, maka penyesuaian lokasi perkebunan harus disesuaikan dengan rencana tata ruang wilayah Lebak yang baru. Selain itu, kami juga meminta PTPN menyisihkan sebagian lahan untuk pengembangan fasilitas publik,” ujar Alkadri saat dikonfirmasi awak media, Selasa (4/8/2026).
Berdasarkan data yang diterima pemerintah, luasan lahan perkebunan PTPN IV di wilayah Rangkasbitung yang telah habis masa HGU-nya mencapai sekitar 2.000 hektare. Merujuk pada ketentuan tata ruang baru Kabupaten Lebak, sebagian besar lahan tersebut sudah tidak lagi diperuntukkan sebagai kawasan perkebunan.
“Lahan itu sudah tidak boleh digunakan untuk perkebunan lagi, karena sesuai tata ruang, fungsinya dialihkan untuk perkantoran publik dan perumahan. Kami juga mendapatkan informasi bahwa pihak PTPN berencana meremajakan tanaman sawit yang sudah berusia sekitar 30 tahun. Terkait hal itu, kami meminta agar dilakukan kajian mendalam agar pelaksanaannya tidak melanggar aturan tata ruang yang berlaku,” jelas Alkadri.
Saat ini, Pemkab Lebak meminta minimal 59 hektare dari lahan yang akan diperpanjang izinnya untuk dialokasikan bagi pengembangan kawasan perkantoran, permukiman, dan zona industri baru. Namun pemerintah daerah berharap ada kompensasi yang lebih besar.
“Dari total lahan yang akan diperpanjang HGU-nya sekitar 2.000 hektare, idealnya ada kompensasi sekitar 20 persen untuk kepentingan publik, atau setara dengan 400 hektare,” pungkas Alkadri. (K’San)













