Dari Hari Pertama Ribuan Wisatawan dari Berbagi Daerah Berkunjung ke Pantai Binuangeun

Lebak,- Sejumlah objek wisata di pantai Lebak Selatan, Banten, dipadati pengunjung pada libur Lebaran 1446 H/2025 M. Tempat wisata tersebut sudah dipadati sejak H+1 Lebaran, salah satunya di pantai Muara Binuangeun, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Pantauan awak media Buanasenanews.com, selain wisatawan lokal, sejumlah wisatawan dari luar daerah juga terus berdatangan. Hal itu di ketahui dengan plat kendaraan yang datang kelokasi, baik motor maupun mobil. Selain itu, sejumlah wisatawan juga nampak datang dengan menggunakan kendaran bak terbuka, seperti pick up dan truk.

Menurut Asep Erik Rikardo, selaku ketua Karang taruna Desa Muara, ramainya pengunjung libur hari raya idul fitri 1446 H/2025 M tersebut, terpantau dari pertama sampai hari ketiga lebaran. Sejak pukul 09.00 wib, pengunjung mulai berdatangan dengan berbagai jenis kendaraan kurang lebih 3000 ribu sampai 4000 ribu orang. Kerinduan wisatawan akan indahnya pantai yang selalu dikunjungi pas libur lebaran dan berkumpul dengan keluarga tercinta, di momen libur Lebaran ini, seperti tak terbendung lagi.

“Sejak pagi pukul 09.00 WIB objek wisata pantai Binuangeun, Lebaran ketiga mulai ramai kendaraan motor, mini bus dan mobil bak terbuka, warga mengajak keluarganya yang baru pulang dari kota untuk merayakan momen kebersamaan dengan mengajak main ke pantai sekedar nongkrong, makan-makan dengan menikmati keindahan pantai, mumpung masih libur panjang Lebaran biasanya,”ucap Asep Erik R, pada Buanasenanews.com, Kamis (3/4/2025) di lokasi.

Untuk memberikan rasa nyaman dan aman dari unsur muspika dan elemen lainya turut bertugas untuk mengatur lalulintas agar tidak macet dan mengawasi pengunjung di pesisir pantai Binuangeun, agar tidak ada hal yang tidak di inginkan,”Untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung,”imbuhnya.

Selanjutnya Asep juga Menghimbau, supaya pengunjung hati-hati, mengingat ombak di pantai selatan ini cukup besar dan berbahaya. Agar pengunjung dilarang mandi dipantai karena berbahaya, saya harap semua mematuhinya,” tegasnya.

Bidin warga Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, salah satu wisatawan yang berkunjung, mengakui bahwa dirinya memilih Pantai Binuangeun menjadi salah satu destinasi pantai yang dikunjungi, momen lebaran bersama keluarga, karena meski di hari lebaran, tarif masuk yang dipatok harga normal sebesar Rp 10.000 per motor.

Sementara itu, bagi sebagian warga berkunjung ke pantai saat lebaran bukan hanya sekedar berwisata, namun juga sebagai tradisi.

“Ya senanglah, kan momen Lebaran. Soalnya bagi penduduk lokal, berkunjung kepantai selatan ini sudah menjadi tradisi sejak dulu, sambil mengajak sodara yang dari jauh,“jelas Doni, salah satu pengunjung.

Meskipun ombak terlihat besar dan himbauan dilarang mandi di pantai, sejumlah pengunjung nampak tetap nekad mandi di pantai. Sejumlah anak-anak, juga terlihat asyik bermain pasir dan kerikil di pesisir pantai. (K, San)