BANTEN  

Program Pengelolaan dan Pembangunan Tangki Septic Disertai Jamban Bilik Skala Individual Diduga Salah Sasaran

Lebak, – Sebanyak 102 kepala keluarga di Desa Kapunduhan Kecamatan Cijaku kabupaten Lebak Provinsi Banten mendapatkan program pengelolaan dan pembangunan tangki septic disertai jamban bilik skala individual perdesaan.

Dengan adanya kegiatan tersebut, yang asalnya tidak memiliki sarana sanitasi dan kebersihan menjadi punya toilet dan septic tank di rumahnya masing-masing. Proyek tersebut dilaksanakan oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM) Desa Kapunduhan.

Dengan sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024, dengan total 1.220.659.500,00 melalui Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang kabupaten Lebak.

Dok. Bangunan yang sudah selesai

Namun kegiatan tersebut justru mendapat keluhan dari beberapa warga akibat dirinya bertahun-tahun tidak punya toilet, sebab sangat disayangkan banyak warga mampu memiliki toilet di rumahnya malah mendapatkan Bantuan tersebut, “Saya BAB paling ke Hutan sudah bertahun tahun lantaran tidak memiliki tempat BAB, malah orang yang sudah punya dan mampu yang mendapatkan bantuan bangun tersebut, tetapi kami warga miskin malah tidak mendapatkan, bahkan saya sekarang membangun WC dapat sendiri itu juga material belum di bayar dapat ngutang, akibat kami butuh tak punya WC. Kami juga di janjikan dapat tapi tahap dua katanya, cuman gak tau tahun kapan,” ungkap warga yang tidak mau disebutkan namanya. 07/10/2024

Dok, rumah warga yang tidak mendapatkan bantuan

Sebelumnya, Eman ketua KSM Kepada wartawan menyampaikan lewat pesan singkat WhatsApp, “Kegiatan pengelolaan dan pembangunan tangki septic disertai jamban bilik skala individual sebanyak 102 penerima manfaat, untuk pengerjaan belum selesai tinggal pemasangan gastracep dan pengecatan ada beberapa lagi yang belum beres” ucapnya, Kamis 03/10/2024

Dok. Titik Pembangunan toilet yang berada di dapur warga

Saat wartawan mengirimkan poto bangunan toilet yang berada di dapur rumah tanpa atap dan keramik seperti yang sudah di tetapkannya dalam aturan pembangunan tersebut, ketua KSM menjawab bahwa bangunan tersebut belum beres pak, singkatnya.

Dok. Bangunan Toilet

Hasil investigasi tim buanasenamedia bahwa ada beberapa bangunan yang letaknya di dapur rumah dan tidak memakai atap, selain atap ada banyak yang belum memasang keramik namun sudah pakai plur acian, juga masih banyak yang belum di cat. Selain hal tersebut wartawan juga menemukan banyak warga yang tidak memiliki toilet tapi tidak mendapatkan dan menikmati bantuan tersebut, sementara banyak yang warga mampu dan memiliki toilet justru mendapatkan bantuan tersebut. Menurut informasi bahwa kegiatan baru 40% yang di realisasikan. (Hn/Red)