Tiga Hari Berturut-turut Menu MBG Ramadhan dari SPPG Cijaku Dapat Tanggapan Negatif Orang Tua Siswa dan Pihak Sekolah

Lebak – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Amanah Permas Agung, Desa Cijaku, Kecamatan Cijaku, Lebak-Banten telah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat, khususnya anak-anak di beberapa sekolah. Namun, program ini beberapa kali mendapatkan tanggapan negatif, terutama dalam tiga hari terakhir saat pendistribusian menu untuk bulan Ramadhan. Banyak pihak sekolah, siswa, dan orang tua siswa menganggap menu yang diberikan tidak sesuai dengan standar gizi dan nominal anggaran yang telah ditetapkan, yaitu antara Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi.

Dok. Foto menu MBG pada hari Senin 23/02/2025 di salah satu Sekolah Menengah Atas

Pada hari pertama pelaksanaan untuk bulan Ramadhan, Senin (23/02/2026), menu MBG yang terdiri dari telur ayam, jeruk, roti kemasan, serta kacang hijau atau kripik tempe langsung mendapatkan reaksi negatif. Pihak sekolah mengklaim bahwa nilai harga dari keempat jenis menu tersebut kurang dari Rp10.000 per porsi. “Di harga Rp6.000 kayaknya,” tulis salah satu guru dalam komentarnya.

Dok, foto Menu MBG pada hari selasa 24/02/2026

Pada hari kedua, Selasa (24/02/2026), pihak sekolah mengirimkan foto menu ke Redaksi Buana Sena Media dengan komentar “Parahhh.. Niiihhh..”. Menu pada hari itu adalah satu buah pisang, susu merk susu sekolah, bolu kukus, dan kacang. Sementara itu, seorang wali siswa juga mengungkapkan rasa kagetan, menulis: “Ada bolu kukus kayak dari hajatan. Kaget tadi juga anak pas dibuka bolu kukus hadeuh.”

Dok, foto Menu MBG Pada Hari Rabu 25/02/2026

Pada hari Rabu (25/02/2026), Redaksi Buana Sena juga menerima kiriman foto menu MBG yang berasal dari SPPG Amanah Permas Agung Cijaku. Foto tersebut memperlihatkan bahwa telur yang didistribusikan masih mentah dan hancur dalam bungkusan plastik.

Untuk memastikan kebenaran informasi dan mendapatkan tanggapan dari kedua belah pihak, Redaksi Buana Sena mencoba menghubungi melalui pesan singkat whatsapp ke M. Rizki, Kepala SPPG. Beliau hingga kini belum memberikan tanggapan apapun saat dihubungi pihak redaksi pada tanggal 25 dan 26 Februari 2026. Sebagai pihak yang bertanggung jawab, Kepala SPPG diharapkan dapat mengawasi seluruh operasional program MBG, mulai dari proses pembuatan makanan agar sesuai standar gizi, memastikan kebersihan dan kualitas produk, hingga memastikan distribusi makanan tepat waktu ke penerima manfaat. (Red-Bsn)