Lebak – Segenap relawan yang tergabung dalam peduli jembatan lebak dan vertikal rescue Indonesia (VRI), melakukan peletakan batu pertama atau Ground breaking pembangunan jembatan gantung di kampung Cigeudang, Desa Leuwiipuh kecamatan Banjarsari, kabupaten Lebak Banten, Rabu (24/7/2024)
Peletakan batu pertama dimulai dengan sambutan-sambutan yang dihadiri perwakilan camat kecamatan Banjarsari, kepala desa dan prades, Kapolsek Banjarsari atau yang memiliki, Koramil beserta Babinsa, BPBD, segenap donatur peduli jembatan lebak dan puluhan masyarakat
Ground breaking dimaksudkan sebagai tanda dimulainya pembangunan jembatan yang akan dikerjakan oleh Tim vertikal rescue Indonesia bersama warga masyarakat setempat secara bergotong royong
“Jembatan yang akan kita bangun ini merupakan jembatan ke 196 dari beberapa jembatan yang sudah kami bangun dan tersebar dibeberapa wilayah di Indonesia” kata Dadan, ketua vertikal rescue Indonesia dalam acara peletakan batu pertama
Ia juga menerangkan, dana pembangunan jembatan itu tidak menggunakan anggaran dari APBN ataupun APBD, melainkan dari dana patungan
“Jadi awal-awalnya kita patungan kemudian berkembang dan Alhamdulillah sekarang bisa bekerjasama dengan donatur-donatur, mohon doanya saja dari semuanya mudah-mudahan kami semua diberikan kesehatan, keselamatan dan kelancaran dalam pengerjaan” tungkasnya
Senada dengan itu dikatakan juga Edi Kurniadi, selaku perwakilan Tim donasi peduli jembatan lebak menurutnya pembukaan untuk donasi peduli jembatan sangat cepat hanya dalam tempo satu minggu
“Jadi totalnya itu ada 90 orang donasi dan Alhamdulillah dalam jangka satu minggu terkumpul semua dana dan bisa untuk membangun jembatan ini, harapan kami kedepannya setelah jembatan ini dibangun agar bisa dirawat dan dipelihara dengan baik oleh masyarakat” katanya

Dalam kesempatan yang sama ucapan terimakasih disampaikan langsung oleh H. Ade Yusuf, selaku Kepala desa setempat, dirinya mengatakan dengan dibangunnya jembatan tentunya akan memudahkan bagi masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian dari perkebunan yang ada diseberang jembatan itu
“Saya selaku kepala desa, mewakili seluruh masyarakat khususnya yang ada di kampung Cigeudang meucapkan terimakasih kepada para relawan yang telah ikhlas membantu perbaikan jembatan ini, juga kepada vertikal rescue Indonesia dan masyarakat yang antusias dalam pembangunan jembatan ini” terangnya
Sebelumnya, jembatan penyebrangan itu terputus saat dilintasi dan menyebabkan 15 orang warga jatuh ke sungai dan luka-luka, kejadian tersebut viral di media sosial bahkan, berbagai instansi pun berdatangan untuk meninjau langsung kondisi jembatan tersebut
Pemerintah desa setempat, sempat mengajukan proposal melalui dana CSR kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit PTPN namun, entah terkendala proses, proposal yang diajukan belum ada jawaban hingga akhirnya Jembatan saat ini dibangun oleh relawan. (Endang.S)












