buanasenanews.com/Lebak, – Pemilihan antar waktu (PAW) kepala Desa Wangunjaya kecamatan Cigemblong kabupaten Lebak-Banten mulai ricuh akibat salah satu calon no urut 1 inisial M, memaksa hak pemilih untuk menerima uang sebesar Rp 1.000.000 (Satu Juta Rupiah) per kepala atau per individu, jumlah hak pilih sebanyak 61 orang.
Menurut keterangan beberapa Saksi di kampung Jamrut, para RT juga semua rata menerima uang dari calon no urut 1, Saya juga sempet di tawarin oleh pelaku yaitu oknum calon no urut 1 yang saat ini terpilih, menurut saksi kejadian di TKP saat diwawancarai oleh wartawan
Tim investigasi dilapangan terjun ke lokasi dan berhasil menemui salah satu warga yang diberikan uang tersebut, tim juga berhasil mengumpulkan saksi-saksi dengan membuat dokumentasi untuk memastikan isu tersebut.
Bastian Mazazi, sekjen naga harapan bangsa sangat menyayangkan sekaligus angkat bicara soal suap menyuap hak pilih, menurut saya ini sudah menabrak
Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 1 tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur Bupati dan Walikota, memberikan sanksi bagi politik uang atau suap. Dalam pasal 187 ayat (1) ditetapkan sanksi pidana bagi pemberi dan penerima yaitu sanksi penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 6 tahun dan denda paling sedikit 200 juta dan paling banyak 1 miliar. Ucap Bastian
“Sama juga hal nya dengan pemilihan kepala Desa, jika ditemukan kondisi suap menyuap hak pilih ini perlu di tindak tegas oleh aparat penegak hukum dan bagi pelaku harus bertanggung jawab dihadapan Hukum sesuai peraturan undangan yang berlaku, saat ini kami sebagai tim kontrol sosial meminta dinas DPMD kabupaten Lebak buka mata dan bersuara secara transparansi di publik.” Tegasnya
Dede, sebagai calon PAW no urut 3 meminta kepada APH agar segera menindak tegas atas perilaku yang saat ini menjadi bumerang di masyarakat kampung Jamrut, dan saya merasa sangat Kecewa dengan kejadian ini karena masyarakat yang begitu awam menjadi korban intimidasi oknum nomor urut 1 satu. Ujarnya
Wartawan berusaha mengkonfirmasi Camat Cigemblong via WhatsApp, namun sampai berita ini terbit belum ada jawaban. (Sape’i/Red)












