Lebak,– Warga mengeluh dan merasa tidak punya kepala desa (kades) Karena diduga kades jarang ada di kantor desa dan di rumahnya, sehingga warga desa Cikaret keluhkan kurangnya kinerja dari kades tersebut, patut diduga ia sibuk dengan kepentingan pribadi dan istri mudanya. Sehingga masyarakat tidak terlayani, baik untuk kepentingan kesehatan dan kepentingan yang lainnya, untuk pembangunan jalan poros desa pun dinilai tidak maksimal, dan anggaran tahun 2025 belum ada yang di realisasikan. Di desa Cikaret Kecamatan Cigemblong Kabupaten Lebak Provinsi Banten.
Salah satu warga menjelaskan, ” Iya pak beginilah keadaan di kampung kami, ya seperti inilah faktanya, jalan aja banyak yang rusak parah, seolah-olah kami mah seperti tidak punya Kades pak, karena di saat kami membutuhkan beliau selalu tidak ada, soalnya punya istri dua, yang kedua itu di Malingping, jadi kebanyakan dia tinggal disana, kalau keluhan ya jelas kami sangat amat mengeluh karena keadaan jalan poros terlalu banyak yang rusak, dan harapan kami, kami mau di desa kami ini bagus terutama di bagian pembangunan, karena kami masyarakat sangat membutuhkan jalan, setidaknya enak untuk di lewati lah pak,” ucap warga pada wartawan, 28/05/2025
Untuk pembangunan yang tahun 2025 ini mah belum ada kelihatan kegiatan pembangunan apa-apa pak, Padahal di desa-desa Lain mah sudah pada beres pembangunan untuk tahap satu mah, tapi di kami mah tidak ada sampe sekarang, tau itu dana anggaran DD nya di kemana kan?,” tambahnya.
Saat media hendak mengkonfirmasi kepala desa Cikaret Hafid ke kantor desanya, namun beliau tidak berada dikantor dan peradesnya pun tidak tahu, lanjut awak media dan LSM mendatangi ke rumahnya juga tidak ada, kemudian awak media mencoba menghubungi Melalui saluran pesan WhatsApp, namun kades tidak membalas Samapi detik ini, diduga kades alergi terhadap wartawan, sehingga enggan membalas pesan dari awak media.
Ditempat terpisah Lembaga swadaya masyarakat, Kabupaten Lebak. LSM GERAHAMTARA angkat bicara, ” Sebagai LSM saya sangat Prihatin mendengar keluh kesah warga masyarakat Desa tersebut, karena diduga kades tutup mata dan seolah anggaran yang di gelontorkan melalui dana desa (dd), Tidak jelas di realisasikan nya kemana, sehingga warga pun banyak yang mengeluh dengan adanya temuan kami di lapangan itu benar adanya, dan saya meminta kepada pihak-pihak terkait dan juga Inspektorat untuk segera mengkroscek ke lapangan, dan inspektorat diminta Audit Anggaran dd desa Cikaret, dari tahun 2021 sampai tahun 2024.” tegasnya.
Sampai pemberitaan ini di tayangkan, Kami masih berusaha Mengonfirmasi pihak Terkait guna mendapatkan hak jawab agar pemberitaan kami berimbang. (Darmansah)












