Lebak, 19 Januari 2026 – Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program nasional pemerintah Indonesia yang menyediakan makanan sehat dan bergizi secara cuma-cuma bagi kelompok rentan seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas SDM, menekan angka stunting, serta mendukung kesehatan masyarakat, sekaligus sebagai langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045.
Setiap anak mendapatkan satu porsi MBG yang memenuhi sepertiga kebutuhan kalorinya, dengan pengawasan dari Badan Gizi Nasional dan pemerintah daerah untuk menjamin kualitas dan transparansi. Namun, hasil penelusuran wartawan menemukan berbagai tanggapan terkait penyaluran program ini di Kabupaten Lebak.
Perwakilan wali siswa SDN 1 Cilangkahan Kecamatan Malingping mengkritisi penyaluran melalui Satuan Pemberi Makanan Gizi (SPPG) Cilangkahan. Mereka menyatakan ada ketidaksesuaian antara alokasi anggaran food cost Rp10.000 per porsi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional dengan kondisi yang ada di lapangan.
Sementara itu, aktivis Lebak Selatan Deden Haditiya menilai porsi makan yang disajikan tidak sesuai dengan alokasi anggaran. Menu yang diberikan meliputi 1 butir telur, mie goreng, pisang, sepotong martabak telur, dan sambal, yang menurut masyarakat diperkirakan biaya bahan makanannya berada di bawah standar yang ditetapkan.
“Dalam waktu dekat, kami akan menggalang partisipasi masyarakat untuk memantau realisasi penyaluran dana MBG dan mendesak pemerintah daerah melakukan pengawasan ketat serta menindaklanjuti jika ditemukan penyimpangan,” jelas Deden.
Menurut perhitungan kasar, jika terdapat penyimpangan Rp1.000 per porsi dengan jumlah peserta 3.000 orang per hari, total penyimpangan dalam sehari bisa mencapai Rp3.000.000 atau Rp90.000.000 dalam sebulan. Selain itu, alokasi untuk operasional dan sewa gedung telah ditetapkan sebesar Rp5.000 per porsi.
“Jangan sampai program gizi yang bertujuan untuk kesejahteraan peserta didik ini dikorupsi. Kami mendesak seluruh sektor terkait untuk secara serius mengawasi penyaluran MBG ke sekolah-sekolah, khususnya di wilayah Kabupaten Lebak Selatan, Provinsi Banten,” pungkas Deden. (Red)












