Tingkatkan Minat Baca Anak Daerah Terpencil, Guru Muda Luncurkan PI Pustaka di SDN 03 Kutakarang

Buanasenanews.com, Pandeglang – Berupaya memperluas akses literasi dan menumbuhkan minat baca anak di wilayah terpencil, guru muda Muhammad Rafli Alvian meluncurkan program PI Pustaka di SD Negeri 03 Kutakarang yang berstatus Sekolah Kelas Jauh, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (21/7/2026).

PI Pustaka adalah inovasi berupa layanan perpustakaan keliling yang mengantarkan buku bacaan langsung ke kediaman peserta didik. Gagasan ini lahir dari pengamatan mendalam di lapangan, di mana akses anak-anak terhadap bahan bacaan berkualitas masih sangat terbatas. Melalui pendekatan ini, buku tidak lagi menunggu pembaca datang ke perpustakaan, melainkan hadir lebih dekat ke kehidupan sehari-hari siswa.

Muhammad Rafli Alvian menjelaskan, program ini dirancang untuk menanamkan budaya membaca sejak dini, sekaligus membuka ruang belajar yang tidak terbatas hanya di dalam ruang kelas, melainkan melibatkan peran aktif keluarga.

“Literasi tidak hanya dibangun di ruang kelas. Kami ingin menghadirkan buku sebagai teman belajar anak-anak, bahkan ketika mereka berada di rumah. Harapannya, membaca menjadi kebiasaan yang tumbuh secara alami di lingkungan keluarga,” ujarnya.

Selain peminjaman buku, kunjungan PI Pustaka juga menjadi sarana mempererat hubungan antara guru, siswa, dan orang tua. Melalui kegiatan ini, guru dapat memahami secara langsung kondisi lingkungan belajar siswa di rumah.

Rektor atau rekan sejawat di sekolah tersebut, Ulung, S.E., menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, kehadiran program ini menjawab kebutuhan mendesak akan ketersediaan bahan bacaan bagi siswa di daerah tersebut.

“Program ini sangat baik karena mampu mendekatkan anak-anak dengan buku bacaan. Selama ini fasilitas literasi masih terbatas, sehingga kehadiran PI Pustaka menjadi motivasi baru bagi siswa untuk lebih gemar membaca. Kami berharap program ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan anak-anak,” ungkapnya.

Apresiasi serupa disampaikan Siti, salah satu wali murid. Ia mengamati perubahan positif pada kebiasaan belajar anaknya setelah mengikuti program ini.

“Biasanya setelah pulang sekolah anak langsung bermain. Sekarang, setelah ada PI Pustaka, dia sering membuka buku yang dipinjam dan menceritakan kembali isi bacaan kepada kami di rumah. Sebagai orang tua, kami sangat mendukung kegiatan seperti ini,” katanya.

Lulusan Sosiologi ini meyakini bahwa penguatan budaya literasi merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Membiasakan membaca sejak dini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga melatih daya pikir kritis, kreativitas, dan rasa ingin tahu siswa.

Ke depannya, PI Pustaka diharapkan dapat berkembang menjadi ruang belajar komunitas, dengan menambah kegiatan seperti mendongeng, membaca bersama, hingga diskusi sederhana yang melibatkan warga sekitar.

Melalui langkah ini, SDN 03 Kutakarang terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang beradaptasi dengan kebutuhan dan keterbatasan wilayah, demi meratakan akses literasi bagi seluruh anak bangsa. (Wawan)