Pandeglang,- Pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Banten Nomor Urut 1 Adistira dan Ayu Pebriyani resmi memenangkan Pemilihan Raya (Pemira) BEM STIA Banten Tahun 2025-2026 dengan Perolehan Suara Terbanyak. Menang dari kompetitor Pasangan Iman – Ridho.
Begitu pula dengan Pemilihan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) STIA Banten, pasangan nomor urut 1 Khaerul Anam dan Laela menang dari kompetitornya pasangan urut nomor 2 yaitu Didan – Mentari.
Pemilihan serentak BEM, DPM, dan Himpunan Pemira STIA Banten tahun 2025-2026 dilaksanakan pada hari Rabu (18/06/2025). Dengan suasa demokrasi yang hangat dan penuh kompetitif dapat terselenggara dengan baik.
Azis, Ketua DPK GMNI STIA Banten menyampaikan bahwa ini sejarah baru, kader-kader GMNI menang di Pemira Tahun 2025-2026. Meski dominasi kekuatan ada dipihak lain, namun soliditas dan kebersamaan mampu menjawab semua tantangan.
Ayu Pebriyani, Wakil Ketua BEM STIA Banten Terpilih dan Khaerul Anam, Ketua DPM STIA Banten Terpilih merupakan Kader-kader DPK GMNI STIA Banten. Adalah kader pilihan terbaik yang mewarnai kontestasi Pemira Tahun 2025.
“Kami bersyukur dan tentunya kebersamaan yang telah dibangun adalah kunci kemenangan ini,” ucap Azis Ketua DPK GMNI STIA Banten pada Kamis (19/06/2025).
Diketahui Paslon Ketua dan Wakil Ketua BEM STIA Banten Nomor urut 1 pasangan Adistira- Ayu Pebriyani menang 177 suara dan Paslon Nomor Urut 2 pasangan Iman- Ridho 113 suara, Golput 19 suara.
Paslon Ketua dan Wakil Ketua DPM STIA Banten nomor urut 1 Didan- Mentari memperoleh 129 suara dan Paslon Nomor Urut 2 Khaerul Anam – Laela menang 179 suara. Suara tidak sah 11 suara.
Dari total 929 Daftar Pemilih Tetap (DPT), Partisipasi mahasiswa tercatat sebanyak 309 suara.
Azis, Ketua DPK GMNI menyampaikan bahwa kemenangan mereka adalah kemenangan Perubahan karena yang mereka tawarkan adalah ide dan gagasan untuk membawa BEM dan DPM lebih maju lagi. Progresif, setara, dan berpihak pada kaum terpinggirkan.
“Kader-kader GMNI diharapkan mampu mendorong pembaharuan sistem baik pada eksekutif maupun legislatif. Membawa kemajuan untuk lembaga yang lebih progresif, membangun kesadaran kolektif untuk kemajuan bersama,” pungkasnya. (MIR)












