Lebak – Pemerintah desa Sukasenang menutup kegiatan hari peringatan kemerdekaan republik indonesia dengan menggelar kegiatan pengajian dan do’a bersama untuk para pejuang kemerdekaan yang sudah gugur dalam mempertahankan dan mengusir penjajah dari muka bumi pertiwi .
Kegiatan di awali dengan pembacaan tahlil, dzikir, marhaba dan Do’a juga di akhiri dengan ceramah agama yang di isi oleh sesepuh Desa Sukasenang Ky, H. Suja’i, lokasi kegiatan di halaman kantor desa Sukasenang dan di hadiri oleh seluruh Perangkat desa, BPD, RT/RW se-Desa Sukasenang, Para sesepuh Desa, ulama, santri dan masyarakat.
Dalam isi ceramahnya, Ky,H. Suja’i menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini bagus dilakukan jangan hanya hiburan joged-joged saja yang diadakan, sebab kita harus selayaknya memberikan do’a kepada para pejuang bangsa ini yang rela mengorbankan waktu, tenaga, harta bahkan dirinya, mereka rela mati untuk membela Nusantara ini. Sebagai penerus sekaligus penikmat sejarah, patut kita syukuri jangan jadi penikmat sejarah yang kufur, bagaimana caranya, yaitu dengan mendoakan para leluhur bangsa ini yang sudah berjuang melawan penjajah dengan bermodalkan bambu runcing sebagai senjata melawan penjajah yang memakai senapan. Jadi saya mengajak kepada seluruh masyarakat desa Sukasenang kedepannya agar melakukan kegiatan tasyakuran, bila tidak ada biaya mari kita lakukan iuran untuk memeriahkan HUT RI, jangan pelit jangan merasa enak sendiri, bayangkan para leluhur kita berjuang bercucuran darah untuk memerdekakan bangsa ini, masa iya kita mengorbankan uang lima sampai sepuluh ribu saja tidak mau.
“Mudah-mudahan, para leluhur kita, leluhur bangsa Indonesia yang sudah berjuang membela negeri ini untuk tercapainya sebuah negara yang merdeka dan berdaulat bebas dari penjajah mendapatkan syurga dari Allah SWT”, ucapnya.
Sementara itu, kepala desa Sukameriah Surdi mengatakan, bahwa kegiatan ini sebagai penutup dari acara kegiatan hiburan rakyat yang diadakan oleh pemerintah desa sebelumnya bersama panitia kegiatan, selain itu juga kegiatan ini untuk mendo’akan para pejuang bangsa Indonesia yang sudah gugur dalam berjuang melawan penjajah, disamping itu juga kegiatan ini sebagai ajang tali silaturahmi. (Jun)












