Lebak, – Soal pernyataan demonstran yang mengatas namakan Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) dalam kegiatan aksi unjuk rasa di Gedung PUPR Provinsi Banten Senin 21 Agustus 2024 lalu.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai issue kontroversial yang harus dipertanyakan objektifitas nya dengan mencatut kondisi petani Malingping yang mengalami gagal panen akibat adanya pembangunan Irigasi yang mungkin di maksud yaitu pembangunan irigasi D.I Cibinuangeun dan D.I Cilangkahan.
Hal tersebut mendapatkan tanggapan sekaligus pernyataan sikap bahwa dalam waktu dekat Gabungan Kelompok Tani antar Desa yang menjadi pemanfaat langsung air irigasi akan mendatangi Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang perihal Pernyataan Kontroversial yang mencatut nama petani Cilangkahan Malingping dan sekitarnya yang meliputi beberapa Desa di Kecamatan Malingping.
Dalam Ungkapannya, Atang Ketua Gapoktan Desa Rahong Menyatakan Sikap sebagai Berikut:
1. Bahwa dalam Aksi Demo Tersebut tidak ada petani di Desa Rahong khususnya dan kecamatan Malingping umumnya yang gagal panen akibatan di bangunnya irigasi D.I Cibinuangen.
2. Bahwa Aspirasi Gamma Yang dikoordinatori Ahmad Hudori dalam pernyataannya yang mencatut petani Malingping sama sekali bukan Representasi aspirasi dari masyarakat Malingping, lantaran peserta aksi demonstrasi Gamma tidak satupun mewakili masyarakat Malingping secara kolektif maupun individu.
3. Bahwa Kami petani Desa Rahong dan sekitarnya sangat membutuhkan alokasi anggaran pembangunan dan rehabilitasi maupun peningkatan irigasi D.I Cibinuangen dan irigasi Lainnya untuk memenuhi kebutuhan Air di persawahan kami dan itu bersifat mendesak sangat dibutuhkan.
4. Terakhir, Meminta Penjabat Gubernur Banten dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk tidak terpengaruhi oleh hal-hal tak mendasar yang mempengaruhi kebijakan untuk pembangunan Irigasi di Wilayah Kecamatan Malingping agar Pembangunan tetap berjalan dan sawah-sawah kami dapat teraliri air dengan layak.

Lanjut Atang Selaku Ketua Gapoktan Desa Rahong, merasa selama ini dirinya beserta kelompok tani lainnya yang tergabung dalam Gapoktan selama ini berusaha dalam berbagai rapat ditingkat Desa dan Kecamatan, agar persawahan pertanian mereka mendapat perhatian pembangunan irigasi baik dari pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemprov Banten untuk kebutuhan air pesawahan dapat dibangun irigasi yang memadai, karena sawah para petani ini berada masih di daerah yang sulit mendapatkan air baku.
“Kami ini selalu berjuang dalam beberapa kesempatan, rapat ditingkat desa dan kecamatan untuk bagaimana dibangun irigasi yang layak yang dapat mengalirkan air ke sawah kami, agar panen kami dapat merasakan 2 atau 3 kali panen dalam satu tahun, itu yang sangat kami dambakan dan butuhkan untuk makan nasi”, tandas Atang Kepada WartawanWartawan, (24./08/2024).
Sampai berita ini di turunkan, wartawan masih berusaha menghubungi para pihak terkait untuk mendapatkan informasi dan klarifikasi lebih lanjut. (**)












