LEBAK  

Pembangunan Gedung SMA N 4 Diduga Terindikasi Bermasalah

Lebak, – Pembangunan gedung SMA Negeri 4 Panggarangan yang ada di Desa Sindang Ratu, Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak, Banten terindikasi bermasalah.

Pembangunan tersebut ada kejanggalan dari segi beton pada tiang-tiang pada bangunan gedung sekolah tersebut. Rabu 25 September 2024.

Saat di konfirmasi di lokasi, Umri selaku mandor bangunan tersebut mengatakan jika beton tersebut tidak menggunakan Mini Molen atau Concrete Mixer.

“Memang benar beton pada tiang cara pengecoran nya tidak menggunakan Mini Molen atau Concrete Mixer tapi dengan cara manual menggunakan sekrup dan cangkul”, katanya.

Selain itu, Umri juga menjelaskan takaran dari pengecoran tersebut dan itupun menggunakan pengki bukan ember.

“Untuk takaran pengecoran sendiri kita menggunakan batu split 7 pengki,pasir 5 pengik dan semen 1 sak,” pungkas Umri.

“Ketiadaan konsultan pengawas yang sudah dibiayai dari anggaran konsultan pengawasan tidak ada dan kerap kali tidak selalu ada dilokasi pembangunan, sehingga temuan ini menunjukan adanya pembiaran dari konsultan pengawas”, ujar Deden Haditiya. Kamis 26/09/2024

Deden Haditiya, Koordinator Koalisi Masyarakat Pemerhati Transaparansi Informasi (KOMPARASI) mengatakan, bahwa inti dari masalahnya, mutu beton yang digunakan untuk Tulangan kolom beton pada tiang pancang dan struktur beton lainnya di ragukan tepat mutu mencapai mutu k-175 atau setara 15 mpa. Pembangunan Gedung SMA N 4 Panggarangan Beton nya tidak menggunakan mini molen atau concrete mixer.

Deden juga mendesak pihak dinas untuk melakukan pengujian mutu pasangan struktur beton yang terpasang untuk di buktikan mutunya dengan metode pengujian secara independen dan terbuka sebagai bentuk ketidak percayaan terhadap hasil produksi beton struktur yang ditemukan dilapangan tidak menggunakan metode menggunakan mesin concrete mixer atau mini molen. (Hn/Red)