Lebak, – Setelah mendapatkan Biaya Operasional Penyelenggara (BOP) dari pemerintah, Beberapa PKBM yang berada di Kabupaten Lebak sulit untuk ditemui oleh kalangan insan Pers. Padahal, tujuan wartawan semata hanya untuk melakukan kroscek dan konfirmasi sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Dengan sulitnya ditemui para pengelola PKBM ini menguatkan dugaan tentang informasi adanya beberapa siswa didik yang dikabarkan fiktif di beberapa PKBM.
“Ini kan uang dari pemerintah, sudah selayaknya para pengelola PKBM ini terbuka dan mau memberikan informasi kepada kami para insan pers yang membutuhkan informasi untuk di sajikan dalam sebuah pemberitaan sehingga nantinya pemberitaan kami itu berimbang dan tidak simpang siur, ” kata Ketua Keluarga Wartawan Lebak (KAWAL) Lugay, Kamis (29/8).
Kalau seperti ini, kata Lugay, informasi tentang dugaan peserta didik yang fiktif di beberapa PKBM itu semakin kuat.
“Kalau memang dalam pengelolaan dan pengajuan peserta didik tersebut sesuai dengan aturan, ya kenapa mesti menghindar dari kejaran wartawan para pengelola nya, apa takut terbongkar kebohongannya,” ujarnya.
Namun demikian, lanjut Lugay, dalam waktu dekat pihaknya akan mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak untuk memfasilitasi dengan para pengelola PKBM agar kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh para wartawan bisa didapatkan.
“Dalam waktu dekat lah kita akan meminta dinas pendidikan kabupaten Lebak untuk memfasilitasi, meskipun secara aturan dinas pendidikan kabupaten tidak mempunyai hak terhadap apa-apa yang menyangkut PKBM, karena itu langsung kewenangan pihak kementrian,” pungkasnya.
Untuk di ketahui, Peserta didik PKBM yang mengikuti paket A, per siswanya itu mendapat anggaran sebesar Rp. 1.300.000, paket B per siswa nya Rp.1.500.000 dan paket C, per siswanya mendapatkan Rp. 1.800.000. (**)












