BANTEN  

Miris..! Rumah Milik Ibu Paruh Baya Ambruk, RT Minta di Robohkan Supaya Dapat RTLH

Lebak, – Nasib Naas menimpa seorang wanita Paruh Baya yang berumur 55 tahun, pemilik yang tinggal di Kampung Juruh Girang RT 013/005, akibat hujan yang mengguyur selama hampir satu Minggu, Rumah bagian Belakang yang biasa dipakai sehari hari untuk memasak dan kebutuhan Roboh akibat kayu rapuh terkena air hujan, Senin (09/12/2024)

Ibu Paruh baya tersebut tinggal sendiri dirumahnya, hanya beberapa tetangga yang menemani di wilayah sekitar, dirinya tinggal sendiri di Ujung Desa Bojong Juruh Kecamatan Banjarsari, di kampung Juruh Girang, pekerjaan sehari hari berjualan gorengan kepada siswa di SMPN 2 Banjarsari untuk mencukupi kebutuhan Hidup sehari hari

Naas Rumah yang di tempati roboh di Bagian Belakang, Pada Hari Selasa (03/12/2024) Ironisnya Pemerintah Desa Setempat diduga Tidak Peka terhadap permasalahan ekonomi yang sedang dijalaninya, dirinya pernah mendapatkan Bantuan Berupa BLT BBM tahun 2022. sampai tahun 2024 tidak pernah merasakan kembali bansos yang di berikan Pemerintah.

Sementara itu, Ajo Sekretaris Desa saat di hubungi via WhatsApp oleh Redaksi buanasenanews.com terkait kajadian tersebut, “Itu pernah rusak rumah tersebut di tahun 2020 kalo gak salah dan diberi bantuan oleh pemerintah, dan sekarang rusak lagi, dan kami pemerintah desa Bojongjuruh khususnya saya baru tadi malam tahu karena tidak ada laporan dari hj Ipah maupun RT. Adapun terkaait bantuan hj Ipah pernah mendapatkan bantuan BLT, tp di tahun sekarang tidak mendapatkan kembali, adapun bantuan yang lainnya seperti bpnt, pkh belum”, tulisnya saat membalas pesan singkat, 09/12/2024

Namun berbeda dengan keterangan ibu Ipah, dirinya sudah melaporkan kepada RT setempat terkait robohnya rumah di bagian belakang, tetapi Sang RT malah menyarankan untuk di Robohkan supaya mendapatkan RTLH.

“Saya sudah melaporkan ke pak RT cuman Bahasanya suruh di Robohkan semua, Biar mendapatkan RTLH, sampai sekarang hampir satu Minggu sejak Hari Selasa pas robohnya, belum ada Bantuan yang saya terima dan pihak dari Desa.

“dulu saya pernah mendapatkan BLT BBM Covid tahun dulu, sampai sekarang belum pernah mendapatkan Bansos seperti BPNT Lansia, apalagi BLT DD belum pernah sama sekali, paling saya mendapatkan Beras Hanya Tiga Leter dari pak RT kemungkinan bantuan dari masyarakat yang mendapatkan bantuan beras dari desa.

“Harapan nya sih kepada pemerintah, untuk bisa membantu supaya bisa merasakan Bansos juga seperti yang lain”, ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa Bojongjuruh saat di konfirmasi dengan singkat menjawab, “Muhun kin dicek”. (Red-Bsn)