Serang – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) baru-baru ini menuai kecaman dari berbagai kalangan setelah membuat pernyataan yang menyinggung profesi wartawan dan LSM.
Dalam sebuah kesempatan, Menteri Desa menyebutkan bahwa wartawan adalah “bodrek” dan LSM hanya senang mencari kesalahan Kades. Pernyataan tersebut langsung mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk wartawan, LSM, dan masyarakat sipil.
Banyak pihak yang merasa bahwa pernyataan Menteri Desa tersebut tidak hanya menyinggung profesi wartawan dan LSM, tetapi juga menghina dan merendahkan peran mereka dalam memantau dan mengawasi kinerja pemerintahan.
“Per nyataan Menteri Desa tersebut sangat tidak tepat dan tidak profesional,” kata seorang wartawan. “Kami sebagai wartawan memiliki peran penting dalam memantau dan mengawasi kinerja pemerintahan, dan tidak pantas untuk disebut sebagai ‘bodrek’.”
Banyak LSM maupun ormas juga mengeluarkan pernyataan yang sama, menyatakan bahwa pernyataan Menteri Desa tersebut tidak hanya menyinggung profesi mereka, tetapi juga menghina dan merendahkan peran mereka dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat.

Seperti yang di katakan Tanu Wijaya, Stafsus invite Tipikor LP- KPK, “Saya sangat menyayangkan terhadap statement kementrian desa yang tidak pantas di ungkapkan di publik, masa seorang menteri desa mengeluarkan statemen, katanya wartawan dan LSM ,” Bodrex””.
Dan ada kalimat TANGKAP, itu kata² yang tidak beretika kami mohon kepada pak kemendes harus klarifikasi pernyataan itu biar nanti nya tidak menyebar Luas
Diketahui, sampai saat ini Menteri Desa belum memberikan klarifikasi atau permintaan maaf atas pernyataannya tersebut. (K’San)












