BANTEN  

Laboratorium Penguji Tersertifikasi KAN, Lakukan Pengujian Mutu Beton Saluran Irigasi D.I Cibinuangeun, Begini Hasilnya

Lebak, – Laboratorium Penguji Tersertifikasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) lakukan pengujian mutu beton pada proyek pembangunan irigasi D.I Cibinuangeun yang tengah dilaksanakan oleh PT. Rizky Seha Karya di Desa Rahong Kecamatan Malingping.

Sebagaimana tudingan keras yang dilontarkan Aktivis GAMMA di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten beberapa waktu lalu dalam Demonstrasinya tentang dugaan Pekerjaan Saluran Irigasi D.I Cibinuangeun Tidak sesuai Mutu.

Pada hari Sabtu 24 Agustus 2024, tim penguji Laboratorium Pengujian Tersertifikasi KAN dengan menggunakan alat pengujian mutu dan uji tekanan, melakukan pengujian hasil pekerjaan yang terpasang di lokasi kegiatan dengan sistem acak dan terkalibrasi. Disaksikan Wartawan dan Pegiat Kontrol Sosial pengujian mutu dilakukan dengan transparan.

Dari pantauan wartawan di lapangan Diperoleh hasil pengujian yang cukup baik dan memenuhi standar mutu sesuai target rencana pembangunan.

Ditempat yang sama, Agus Rusmana Ketua DPC LSM Ombak Kabupaten Lebak, mengungkapkan pengujian tersebut kita kawal dan melihat hasilnya bersama secara transparan.

“Kita lihat bersama tim penguji untuk membuktikan hasil pengujian dan lembaga kontrol sosial bisa ikut melihat hasilnya secara langsung, dan dari hasil pengujian diperoleh angka mutu cukup baik, masih diatas target standar dan semoga Kualitasnya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat” ungkap Agus Rusmana.

Ditempat yang sama, Manager Quality Control Samsul mengapresiasi peran aktif rekan media dan lembaga swadaya masyarakat dalam mengawasi dan melihat secara langsung proses pengujian mutu agar pihaknya selaku pelaksana dapat menjadikan tolak ukur pekerjaan yang baik dan bermutu.

“Terimakasih, sudah berperan aktif dalam pengawasan dari unsur pers dan lembaga Sosial Kontrol kami persilahkan melihat langsung proses pengujian dan hasilnya seperti apa dan hasil ini tetap kami jadikan sebagai tolak ukur untuk memperoleh hasil pekerjaan yang berkualitas agar manfaatnya bisa dirasakan oleh penerima manfaat yaitu para petani pemanfaat air”. Ungkap Samsul Manager Quality Control Pembangunan D.I Cibinuangeun Kepada Buanasenamedia. (Red-Bsn)