HIV di Aceh Timur Alami Peningkatan Selama 2024

Aceh Timur, – Kasus HIV di Aceh Timur terus mengalami peningkatan pada tahun 2024, dengan total 14 kasus dilaporkan dan dua di antaranya berakhir dengan kematian.

Situasi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan tenaga kesehatan setempat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Timur, dr Sondang Bandyani, saat dikonfirmasi wartawan, pada Jumat (27/1/2024), menekankan pentingnya upaya pencegahan dini, khususnya melalui tes HIV pada ibu hamil.

“Penularan HIV tidak hanya melalui hubungan seksual, tetapi juga bisa melalui penggunaan jarum suntik yang dipakai bersama, transfusi darah yang tidak steril, serta dari ibu ke anak selama masa kehamilan, persalinan, dan menyusui,” ujar dr Sondang.

Menurutnya, pemeriksaan HIV bagi ibu hamil sangat penting untuk mendeteksi lebih awal dan mencegah risiko penularan ke bayi.

Dengan deteksi dini, langkah pengobatan dan pencegahan dapat segera diambil.

Pengobatan dan cara menghambat perkembangannya, meskipun HIV belum dapat disembuhkan sepenuhnya, penyakit ini dapat dikendalikan dengan terapi antiretroviral (ARV).

Obat ARV bekerja dengan cara menekan jumlah virus dalam tubuh, sehingga perkembangan penyakit dapat diperlambat dan sistem kekebalan tubuh tetap berfungsi dengan baik.

Langkah penting untuk Menghambat perkembangan HIV, Konsumsi Obat ARV secara rutin, pengobatan ARV harus dikonsumsi sesuai anjuran dokter untuk memastikan efektivitasnya.

“Mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan menghindari stres dapat membantu menjaga daya tahan tubuh,” ucapnya.

Hindari penularan lanjutan, dengan hindari hubungan seksual tanpa pengaman dan jangan berbagi jarum suntik.

Dengan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan kepatuhan dalam pengobatan, diharapkan angka penyebaran HIV di Aceh Timur dapat ditekan, serta kualitas hidup penderita HIV dapat terus meningkat. (Hn/Red)