Pontianak,– Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kalimantan Barat berkolaborasi dengan seluruh perwakilan Kementerian Keuangan di Kalimantan Barat telah berhasil menyelenggarakan kegiatan Lelang Serentak pada Jumat (28/02). Kegiatan kolaborasi ini dilaksanakan bertempat di Aula Lantai 1, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat. Lelang Serentak ini juga disiarkan secara live melalui aplikasi video conference dan turut disaksikan oleh Direktur Lelang DJKN.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Barat yang juga selaku Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu Kalimantan Barat, Tetik Fajar Ruwandari, mengungkapkan bahwa terselenggaranya kegiatan ini merupakan simbol sinergi dan kolaborasi antarunit Kementerian Keuangan untuk berkontribusi dalam mendukung penerimaan negara. “Pelaksanaan lelang serentak ini diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi pengelolaan kekayaan negara secara transparan dan akuntabel”, pungkas Tetik.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Lelang DJKN, Tavianto Noegroho, turut menyampaikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan ini. “Lelang yang terbuka secara umum ini diharapkan dapat meningkatkan atensi dan minat masyarakat”, imbuhnya.

Kegiatan lelang yang dilaksanakan secara online melalui aplikasi lelang.go.id ini dilaksanakan di hadapan para pelelang dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak dan KPKNL Singkawang. Barang-barang yang dilakukan lelang merupakan aset-aset Kementerian Keuangan Kalimantan Barat dengan total sejumlah 30 lot, berupa Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) / Tegahan Bea Cukai sebanyak 14 lot, Benda Sitaan Pajak sebanyak 6 lot, Barang Milik Negara (BMN) sebanyak 9 lot, dan barang UMKM sebanyak 1 lot. Beberapa di antara barang-barang tersebut adalah kendaraan Pajero Evolution, Landrover Defender, Land Cruiser Mark II, dan Suzuki GSX-1300R Hayabusa.
Dari pelaksanaan lelang ini, diperoleh pokok lelang dengan total nilai lebih dari Rp5 miliar. Adapun bea lelang yang dihasilkan dan disetorkan ke kas negara sebagai PNBP tercatat lebih dari Rp106 juta. Kenaikan tertinggi yang cukup signifikan dan menggembirakan salah satunya adalah pada lelang mobil Hummer dari harga limit sebesar Rp307 juta yang laku dengan nilai naik lebih dari 8x lipat. (Hn/Red)













