Pandeglang,— Sejumlah mahasiswa program studi Pendidikan Vokasi Teknik
Elektro UNTIRTA membuat alat pengusir burung bertenaga surya dan melakukan sosialisasi di Desa Pakuluran, Kecamatan Keroncong, Kabupaten Pandeglang, Banten. Mahasiswa Pendidikan Vokasi Teknik Elektro Untirta mempromosikan teknologi pengusir hama burung yang ramah lingkungan untuk keamanan pertanian.
Tri Dharma Perguruan Tinggi di implementasikan sebagian melalui kegiatan ini, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. 31 Mei 2025
Berdasarkan hasil identifikasi masalah yang dilakukan sebelumnya, lahan pertanian warga terserang hama burung yang mengakibatkan hasil panen
tidak maksimal. Hal inilah yang memotivasi mahasiswa untuk berpartisipasi dengan menawarkan solusi teknologi yang ramah lingkungan.
Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu tanggung jawab kami sebagai mahasiswa, seperti yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Sebagai Ketua Pelaksana Kegiatan, Epi Septiyudin mengatakan, “Kami berharap dengan adanya pemasangan alat pengusir hama burung tenaga surya ini, masyarakat dapat menjaga hasil pertanian dan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas sekaligus dapat mengenal energi terbarukan dari matahari.”
Karena alat yang dipasang menggunakan tenaga surya, alat ini dapat dinyalakan secara manual maupun otomatis dan tidak memerlukan listrik PLN. Selain memasang alat pengusir burung, para mahasiswa juga mengajak warga setempat untuk berdiskusi tentang manfaat penggunaan sumber energi terbarukan dalam kehidupan sehari-hari.
Selaku BPP Desa Pakuluran, Irma Supriyani menyampaikan rasa terima kasihnya atas kegiatan ini. “Saya atas nama BPP Desa Pakuluran mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa
atas bantuannya dalam pemasangan alat pengusir hama ramah lingkungan ini, diharapkan akan ada kegiatan serupa di masa mendatang untuk membantu masyarakat desa kami dan menginspirasi serta mendorong masyarakat desa untuk membuat alat yang tidak hanya
mengusir hama burung, namun juga hama lainnya seperti tikus dan lainnya,” ujarnya.
Selain itu, salah satu warga yang berpartisipasi dalam program ini menyampaikan apresiasinya, “Saya sebagai warga sangat mengapresiasi bantuan ini. Karena warga Desa Pakuluran dapat merasakan dampaknya lebih banyak lagi, ia berharap bantuan yang sebanding dapat diberikan pada lahan pertanian mereka.Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dengan mencegah hama burung yang merusak lahan pertanian, kegiatan ini juga membantu masyarakat memahami pentingnya untuk beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti listrik tenaga surya. Dengan upaya sederhana ini, para mahasiswa berupaya membuka jalan menuju desa yang lebih berkelanjutan, lebih subur dan lebih makmur,” ujarnya.












