Suralaya,- Sejumlah warga Suralaya berkumpul di depan PT IRT dalam sebuah kegiatan duduk santai sambil minum kopi yang mereka sebut sebagai “Ngopi Bareng Sambil Lihat Orang Kerja.” Aksi ini merupakan bentuk menyampaikan keluhan warga , melainkan ekspresi sosial untuk menyuarakan keresahan terhadap tingginya angka pengangguran di wilayah mereka. 24 April 2025
“Kita cuma ngopi-ngopi aja bareng teman-teman, sambil lihat orang-orang kerja di sana,” ujar Supriyadi, salah satu warga Suralaya. “Biar pihak industri tahu, di Suralaya ini masih banyak pengangguran. Bukan cuma saudara mereka yang nganggur, kami juga warga asli Suralaya yang kesulitan cari kerja,” tambahnya.
Menurut warga, proses rekrutmen tenaga kerja oleh perusahaan-perusahaan industri di sekitar Suralaya dinilai belum adil terhadap masyarakat lokal. “Banyak tenaga kerja dari luar yang masuk, sementara warga sini justru makin sulit dapat pekerjaan. Kami cuma ingin industri sadar dan peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” ujarnya lagi.
Melalui aksi sederhana ini, warga berharap agar pihak industri maupun pemerintah kelurahan membuka mata dan hati terhadap kenyataan pengangguran lokal yang mendesak untuk segera ditangani secara serius dan adil.
Warga juga menyoroti adanya dugaan praktik nepotisme dalam proses rekrutmen, di mana peluang kerja kerap kali hanya dimanfaatkan oleh mereka yang memiliki koneksi dengan pihak internal perusahaan. Sanak famili dan orang-orang dekat birokrasi perusahaan disebut lebih diutamakan, sementara warga lokal terpinggirkan tanpa kesempatan yang layak.
Petugas keamanan dari PT IRT, HK, dan DOSAN sempat mendatangi warga untuk menanyakan tujuan mereka berkumpul dan duduk di area sekitar jalan proyek PLTU 9-10. (Redaksi)











