Lebak, – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten menargetkan angka tanam pada November 2024 seluas 29.573 hektar sehingga dapat meningkatkan produksi pangan di daerah itu.
“Kita minta petani agar melakukan percepatan gerakan tanam,” kata Kepala Bidang Penyuluhan Distan Provinsi Banten Erry Yanwar di Lebak, Jumat.
Pemerintah Provinsi Banten komitmen untuk meningkatkan produksi pangan dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan masyarakat hingga swasembada pangan sesuai kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Selama ini, Distan Banten melakukan percepatan gerakan tanam hingga tiga kali tanam dalam setahun, karena didukung pompanisasi dan irigasi pompanisasi (irpom).
Saat ini, pihaknya menargetkan angka tanam November 2024 seluas 29.573 hektare, namun baru terealisasi seluas 5.666 hektare atau 19,16 persen.
Oleh karena itu, pihaknya mengintruksikan petugas penyuluh pertanian untuk menyampaikan kepada kelompok tani maupun petani melakukan percepatan tanam, terlebih saat ini memasuki musim penghujan.
Selain itu juga Distan Banten mempersiapkan pompanisasi dan irpom jika terjadi kemarau.
“Kami meyakini Banten bisa peringkat 6 dari sebelumnya 8 sebagai penyumbang ketahanan pangan nasional jika petani melakukan gerakan tanam seluas 29.573 hektare itu,” katanya menjelaskan.
Ketua Kelompok Tani Sukabungah Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Ruhiana mengatakan bahwa mereka sebagian besar sudah melakukan gerakan percepatan tanam karena curah hujan relatif tinggi di daerah itu.
Saat ini, areal persawahan di wilayahnya masuk kategori sawah tadah hujan dan petani tanam hanya musim hujan saja.
Namun , mereka petani bisa melakukan tanam hingga tiga kali tanam dalam setahun dengan pompanisasi dan irpom menyedot dengan air permukaan Sungai Ciujung.
“Kami berharap tanam padi seluas dua hektare bisa dipanen awal 2025, karena menggunakan benih inpari 32 dengan masa panen selama 90 hari setelah tanam,” katanya. (Hn/Red)












