Lebak, – Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Lebak, Banten memperkuat kecakapan dan kompetensi para qori dan qoriah untuk mempersiapkan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), baik tingkat provinsi, nasional, maupun internasional.
“Kita sekarang para qari mendapatkan pembinaan dan pembekalan untuk meningkatkan kecakapan dan kompetensi itu,” kata Sekretaris Umum LPTQ Kabupaten Lebak Iyan Fitrayana di Lebak, Senin.
Untuk MTQ tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi, LPTQ Kabupaten Lebak menyiapkan putra dan putri asli daerah setempat atau tidak mendatangkan dari luar daerah itu.
Selama ini, LPTQ setempat terus mengevaluasi para qori dan qoriah yang mengikuti MTQ, untuk mengetahui secara baik kelemahan dan keunggulan mereka sehingga bisa ditindaklanjuti dengan perbaikan.
Misalnya, kata dia, di bidang tilawah ditingkatkan kecakapan sab’ahnya sehingga lagunya yang kekini-kinian.
Begitu juga di bidang hafidh maka diperkuat pada hapalan, karena di daerah itu banyak pondok pesantren hafidz, di antaranya di Kadu Ranggem dan Nameng.
Selain itu, terkait dengan kaligrafi nantinya mendapatkan pelatihan dan pembinaan pengembangan sehingga hasil karyanya cakap.
LPTQ Kabupaten Lebak memperkuat kecakapan dan kompetensi para qori dan qoriah di sembilan cabang, antara lain tilawah, tahfidz, tafsir, syahril quran, fahmil quran, khattil quran atau kaligrafi, karya tulis ilmiah, hafalan hadist dan qiroatul qutub.
“Semua qori dan qoriah itu secara optimal untuk menerima kecakapan dan kompetensi yang dilakukan para mentor di bidangnya masing- masing,” katanya.
Wakil Sekretaris LPTQ Kabupaten Lebak Ade Muslih mengatakan sebetulnya qori dan qoriah di daerah ini relatif baik pada beberapa cabang, seperti tilawah hingga hafidz.
Bahkan, katanya, mental mereka cukup baik pada lomba MTQ Banten, namun terkadang ada faktor “X”, seperti penilaian dewan juri tidak bersikap netral.
Dia mengaku pernah melihat dewan juri diduga melakukan kecurangan penilaian yang pro-tuan rumah, sehingga dapat merugikan.
Hal ini pernah terjadi qori-qoriah asal Lebak ketika bergabung dengan daerah lain ternyata meraih juara tingkat MTQ provinsi dan nasional.
“Kami lebih awal untuk melakukan pembinaan dan pembekalan agar qori qoriah itu dapat meningkatkan kecakapan dan kompetensi di berbagai bidang cabang yang dilombakan pada MTQ,” kata Ade. (Hn/Red)












