Gandeng Aspekpir, BPDPKS Ajak Milenial Sebarkan Informasi Positif Soal Sawit

buanasenanews.com/Lebak, – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia mengedukasi anak-anak muda dan pelajar generasi Z di Lebak, Banten tentang sawit.

Mereka diperkenalkan beragam peluang usaha kecil, menengah dan koperasi berbasis kelapa sawit melalui kegiatan Forus Group Discussion (FGD) Palm Oil in Gen Z Era yang dilaksanakan di Debatete Resto, Lebak, Banten pada 14-15 Oktober 2023.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya, Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono, Ketua Dewan Pengawas Aspekpir dan juga Wakil Menteri Pertanian periode 2011-2014 Rusman Heriawan, Kepala Divisi UKMK BPDPKS Helmi Muhansyah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat, Ketua DPD I Aspekpir Banten Muhammad Nur dan Wakil Ketua Aspekpir Agus Sutarman.

Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan, pelajar SMA anak petani sawit di Kabupaten Lebak, para kelompok tani, pengurus koperasi kelapa sawit dan anggota Aspekpir Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Helmi Muhansyah mengatakan, kegiatan FGD Palm Oil In Gen Z Era di Lebak ini merupakan salah satu upaya BPDPKS untuk terus mempromosikan kebaikan-kebaikan sawit menghadapai kampanye negatif.

Melalui kegiatan ini, kata Helmi, milenial Gen Z diharapkan bisa berperan dan turut mengkampanyekan kebaikan-kebaikan sawit Indonesia

Selain itu, menginspirasi untuk bisa memanfaatkan kebaikan sawit dengan melakukan aksi nyata antara lain dengan mengupload kegiatan FGD dengan hastag sawit baik di sosial media-masing.

Menurut Helmi, kuncinya agar masyarakat ikut serta menkampanyekan kebaikan sawit maka tidak boleh hanya sekedar kata-kata saja tapi juga soal rasa.

“Masyarakat harus bisa merasakan kebaikan sawit,” katanya dalam keterangan resminya, Senin (16/10).

Helmi menjelaskan, BPDPKS punya fungsi menjalankan kebijakan Pemerintah dalam program pengembangan sawit berkelanjutan melalui kemitraan UKMK sawit dengan menghadirkan ‘rasa’ bukan sekedar ‘frasa’. Setiyono menilai, FGD Palm Oil In Gen Z Era sangat penting dalam rangka mengedukasi anak-anak muda generasi Z untuk mengenal lebih dekat tentang kelapa sawit dan seperti apa peluang UKM berbasis kelapa sawit yang bisa dikembangkan.

Ia mengharapkan setelah anak-anak muda mengikuti kegiatan ini, nantinya ada motivasi dan dorongan dari dalam hati para generasi Z untuk berkarya atau memproduksi beragam produk dan olahan yang bersumber dari kelapa sawit.

“Saya harap lahir satu produk UMKM unggulan dari Lebak, Banten yang ke depan dapat menjadi andalan Aspekpir untuk dikembangkan lebih besar,” katanya.

Rahmat, Kepala Dinas Pertanian Lebak mengapresiasi kegiatan ini guna mendorong anak muda generasi z untuk memaksimalkan penguasaan teknologi guna mendukung perkembangan kelapa sawit di Indonesia yang berkelanjutan.

Sebab, kelapa sawit merupakan komoditas yang sangat penting. Dari bangun tidur hingga tidur kembali, kehidupan kita tidak bisa terlepas dari kelapa sawit sehingga hal ini menjadi peluang usaha ke depan bagi anak-anak muda generasi z.

Dia meminta generasi Z untuk mengenali kelapa sawit. Sawit sangat baik dan hampir semua kebutuhan kita, berkaitan dengan kelapa sawit.

“Jangan pernah berputus asa dan raihlah pendidikan lebih tinggi,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali dengan materi-materi pokok tentang peran strategis BPDPKS, kelembagaan kelapa sawit, teknik budidaya kelapa sawit, mengenal produk kecantikan berbasis kelapa sawit hingga pemanfaatan sosial media dan teknik branding produk berbasis kelapa sawit.

Kemudian dipamerkan beragam produk kerajinan olahan pangan dari anak-anak petani kelapa sawit binaan Aspekpir Banten maupun kerajinan yang memanfaatkan limbah kelapa sawit serta beragam produk kosmetika berbahan baku dari kelapa sawit.

Ketua DPD I Aspekpir Banten Muhammad Nur, mengharapkan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di daerah lainnya di Banten, khususnya di Pandeglang.

Hal ini guna mengedukasi anak-anak petani kelapa sawit agar bisa meneruskan usaha petani sawit yang telah dilakukan orangtuanya.

Kelapa sawit sangat penting bagi masyarakat Banten, khususnya Lebak dan Pandeglang.

“Jangan sampai, orangtuanya bergelut di sawit, akan tetapi, anak-anaknya, saudara dan kerabatnya, tidak tahu tentang sawit, padahal sawit adalah sumber penghidupan keluarganya,” ujar M. Nur (Hasan)