Karhutla Berulang, HMI Serang: Negara Terlihat Lumpuh Hadapi Kejahatan Ekologis, Tapi Sigap Urus Kekuasaan

Buanasenanews.com, Serang — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang memandang lanskap kebangsaan saat ini sedang diuji dalam simpul kontradiksi yang amat telak. Di satu sisi, hamparan bumi Nusantara di berbagai wilayah seolah dipaksa menyerah pada kepungan api dan asap pekat akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang meracuni ruang hidup jutaan manusia. Di sisi lain, ruang publik nasional justru dipenuhi oleh bisingnya intrik kekuasaan, manuver faksional, dan pergesekan elite yang seakan hidup di dunia yang berbeda dari penderitaan rakyat.

Melalui Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Serang, Anang M. Faisal, organisasi ini melayangkan kritik tajam terhadap tumpulnya kepekaan para pengambil kebijakan yang kian tercerabut dari realitas kehidupan masyarakat.

“Ada jarak yang teramat lebar antara apa yang dirasakan rakyat di akar rumput dengan apa yang dipikirkan para pemegang kebijakan di pusat. Ketika paru-paru anak bangsa di berbagai daerah sesak oleh racun asap karhutla yang dibiarkan berulang setiap tahun, para elite justru asyik berkutat dalam kalkulasi syahwat kekuasaan dan pertikaian kelompok. Ini bukan sekadar kelalaian birokratis, melainkan bentuk nyata kebankrutan nurani dan hilangnya kompas kenegaraan,” tegas Anang M. Faisal di Serang, Rabu (4/11/2026).

HMI Cabang Serang menilai situasi yang melanda Indonesia saat ini merupakan akumulasi dari pengabaian prinsip-prinsip dasar bernegara. Ketika hukum dan institusi negara kerap ditarik-tarik ke dalam pusaran pragmatisme politik, fungsi perlindungan negara terhadap keselamatan warga dan kelestarian ekosistem runtuh seketika.

Bencana ekologis berupa Karhutla yang tak pernah tuntas diselesaikan secara menyeluruh adalah buah dari lemahnya kemauan politik untuk menyentuh akar masalah, lemahnya perlindungan terhadap lingkungan hidup, serta terjadinya impunitas bagi pihak-pihak yang merusak alam. Negara tampak sigap dan berdaya ketika mengurus pertikaian politik, namun mendadak lamban dan tak berdaya tatkala harus berhadapan dengan kerusakan lingkungan yang merenggut hak hidup generasi masa depan.

“Demokrasi kita sedang mengalami atrofi moral. Ia direduksi menjadi sekadar panggung sandiwara bagi kelompok-kelompok yang berebut pengaruh, sementara urusan esensial seperti keselamatan lingkungan dan keadilan sosial diabaikan begitu saja. Ketika alam mulai meradang dan membakar dirinya sendiri, itu adalah alarm keras bahwa tata kelola republik ini sedang sakit parah,” lanjut Anang.

HMI Cabang Serang menegaskan sikapnya untuk selalu berpihak pada kepentingan rakyat dan kelestarian bumi pertiwi.

“Kami tidak akan membiarkan republik ini berjalan tanpa arah akibat kealpaan para elite. Jika negara terus mengabaikan jeritan rakyat dan kerusakan alam, maka sejarah akan menagih pertanggungjawaban moral dari setiap kebijakan yang diambil hari ini,” pungkas Anang M. Faisal. (Red-Bsn)