
Buanasenanees.com, Pagar Alam – Malam hiburan organ tunggal di kawasan Sandar Angin, Kelurahan Rebah Tinggi, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam yang seharusnya gembira malahan menjadi kejadian tragis dan berdarah
Hal ini terjadi ketika gempar di temukan seorang pemuda bernama Raka Andra Ramadhan, meregang nyawa setelah diduga ditikam menggunakan sebilah pisau oleh Miftahudin Al Sarif (44). Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Jalan Sandar Angin, Kelurahan Rebah Tinggi, Kecamatan Dempo Utara, pada Minggu dini hari, 13 September 2026 sekitar pukul 00.30 WIB
Kejadian ini berhasil di ungkap pihak kepolisian Resort Pagar Alam hanya beberapa jam setelah kejadian, pelaku berhasil dibekuk jajaran Satreskrim Polres Pagar Alam saat sedang tertidur di kawasan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pagar Alam.
Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro melalui Kasat Reskrim AKP Angga Kurniawan membenarkan adanya pengungkapan perkara penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang tersebut.
“Pelaku telah berhasil kami amankan. Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pagar Alam untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” ujar AKP Angga Kurniawan.
Peristiwa maut tersebut bermula ketika korban Raka Andra Ramadhan bersama sejumlah rekannya, termasuk pelapor Mirza Ahmad Maulana (20), mendatangi acara hiburan organ tunggal di Desa Sandar Angin pada Sabtu malam.
Sekitar pukul 22.00 WIB, suasana acara masih berlangsung sebagaimana biasa. Korban bersama teman-temannya berada di lokasi dan ikut berjoget.
Namun, sekitar pukul 00.30 WIB, situasi berubah tegang. Pelaku Miftahudin Al Sarif diduga merasa tersinggung terhadap korban sehingga terjadi cekcok dan akhirnya terjadi tindakan penganiayaan terhadap Korban.
“Saat polisi terus dalami motif kejadian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang dengan terus melakukan penyelidikan terhadap pelaku dan saksi saksi yang ada pada saat terjadi tragedi berdarah terdekat,” pungkas Kasat Reskrim. (Belly Steven)









