Lebak,Buanasenanews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merealisasikan pembangunan jembatan gantung untuk Tahun Anggaran 2026. Infrastruktur ini akan menghubungkan dua wilayah desa, yakni Desa Cigoong Utara dan Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten.
Pembangunan ini merupakan bagian dari Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) di bawah naungan Direktorat Jenderal Bina Marga. Fokus utamanya adalah meningkatkan konektivitas di wilayah yang secara geografis terpisahkan oleh sungai, jurang, maupun kontur perbukitan.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Muhamad Akbar, menyampaikan bahwa jembatan gantung dinilai menjadi solusi tepat dan efisien untuk membuka akses di daerah tersebut.
“Jembatan gantung memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mobilitas menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, dan akses terhadap layanan publik semakin terbuka,” ujar Akbar.
Secara teknis, konstruksi jembatan dirancang dengan bentang mulai dari 6 hingga 100 meter dan lebar sekitar 1,8 meter. Desainnya disesuaikan dengan kondisi alam setempat agar kokoh, efisien, serta mudah dipelihara oleh masyarakat. Pembangunan ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan fasilitas yang merata hingga ke wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T), khususnya di Kampung Bingbin, Desa Cigoong Utara.
Jawaban Harapan Warga
Kepala Desa Cigoong Utara, Habibi, S.E., menyambut baik kehadiran program ini. Menurutnya, pembangunan jembatan ini merupakan jawaban atas harapan masyarakat yang sudah dinantikan selama puluhan tahun.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Cigoong Utara dengan Desa Sumurbandung. Ini adalah bentuk jawaban dari harapan masyarakat yang sudah puluhan tahun lamanya, insya Allah sebentar lagi akan terjawab dan terealisasi,” ungkap Habibi kepada awak media.
Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dan segera selesai agar bisa segera dimanfaatkan oleh warga kedua desa untuk mendukung berbagai aktivitas ekonomi dan sosial.
Sebelum pelaksanaan, tim PUPR bersama pelaksana kegiatan telah menggelar sosialisasi dengan melibatkan Camat Cikulur, Kapolsek, Danramil, perwakilan PUPR Provinsi dan Kabupaten, tokoh masyarakat, serta kedua kepala desa. Hal ini dilakukan demi memastikan pembangunan berjalan aman, lancar, dan tanpa hambatan.
Sementara itu, tokoh pemuda setempat, Alek, turut menyampaikan rasa syukurnya. Ia berharap pembangunan dilaksanakan sesuai standar dan aturan yang berlaku.
“Terima kasih kepada pihak PUPR yang telah merealisasikan pembangunan ini. Saya berharap pelaksanaannya dikerjakan sesuai aturan. Terima kasih juga kepada seluruh masyarakat yang sudah mendukung dan bekerja sama. Dengan adanya jembatan ini, nantinya masyarakat tidak lagi kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, pendidikan, dan terutama untuk menyalurkan hasil pertanian,” pungkas Alek.
PUPR memastikan pembangunan ini dikerjakan melalui BPJN Banten dengan mengedepankan aspek keselamatan, kualitas konstruksi, dan ketahanan lingkungan, sekaligus diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal.
(Alex M.S)












