GMNI FISIP USBR Ingatkan Institusi Kampus Jaga Netralitas Pemira

Ketua GMNI FISIP USBR, Jatnasihab ingatkan Pimpinan Kampus USBR Jaga Netralitas Pemira, pada Kamis (16/04/2026).
Ketua GMNI FISIP USBR, Jatnasihab ingatkan Pimpinan Kampus USBR Jaga Netralitas Pemira, pada Kamis (16/04/2026).

LEBAK, Buanasenanews.com– Menjelang pelaksanaan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) dilingkungan Universitas Setiabudhi Rangkasbitung (USBR). GMNI FISIP memiliki pandangan untuk menjaga netralitas Pemira. Hal itu disampaikan Ketua GMNI FISIP USBR, Jatbasihab kepada awak media, Kamis, (16/04/2026).

Jatnasihab, Ketua GMNI FISIP USBR melihat bahwa terdapat indikasi praktik-praktik yang berpotensi mencederai prinsip-prinsip demokrasi kampus. Hasil pengamatan bahwa kampus semestinya menjadi ruang yang menjamin kebebasan berpikir, kebebasan berpendapat, serta kebebasan berorganisasi bagi seluruh mahasiswa secara adil dan setara.

“Oleh karena itu, segala bentuk tindakan yang berpotensi mengarah pada intervensi, keberpihakan kekuasaan, maupun pembatasan terhadap aktivitas organisasi mahasiswa perlu menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.

Ketua GMNI FISIP USBR, Jatnasihab memandang bahwa terjaganya iklim demokrasi yang sehat merupakan prasyarat utama bagi terciptanya kehidupan akademik yang kritis, inklusif, dan berintegritas. Dalam kerangka tersebut, diperlukan komitmen kolektif seluruh elemen kampus untuk menjunjung tinggi nilai-nilai netralitas, profesionalitas, serta keadilan dalam setiap proses demokrasi mahasiswa.

  1. Mendorong seluruh pihak, khususnya unsur pimpinan kampus, untuk senantiasa menjaga netralitas dan profesionalitas dalam pelaksanaan PEMIRA.
  2. Mengajak seluruh elemen civitas akademika untuk menolak segala bentuk praktik yang berpotensi mereduksi nilai-nilai demokrasi.
  3. Menegaskan pentingnya jaminan kebebasan berpendapat dan berorganisasi bagi seluruh mahasiswa tanpa diskriminasi.
  4. Mendorong terciptanya iklim akademik yang sehat, terbuka, dan menjunjung tinggi etika serta keadaban intelektual.

“Demokrasi kampus merupakan fondasi penting dalam proses pembelajaran politik dan pembentukan karakter mahasiswa. Oleh karena itu, menjaga ruang demokrasi tetap terbuka dan berintegritas adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (MIR)