Lebak, – Keluarga Besar Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN) Kabupaten Lebak sukses menyelenggarakan “Istighosah Berdoa dan Bersyukur” dalam rangka menutup tahun 2025 dan menyambut tahun baru 2026. Acara yang digelar di Kampung Cikaraton, Desa Sumber Waras, kecamatan Malingping, Lebak Banten. pada Kamis malam (01/01/2026) ini dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ratusan warga.
Selain dihadiri tokoh, ulama dan wasekjen PJBN H. Ade Bonet, acara ini menjadi semakin bermakna dengan kehadiran serta pesan-pesan sejuk yang disampaikan oleh Kiai Bai dan Kiai Imat.Dalam tausiyahnya, 01701/2026.
Kiai Bai menekankan pentingnya menjadikan momen pergantian tahun sebagai ajang muhasabah atau introspeksi diri.”Kita hadir di sini bukan sekadar berkumpul, tapi untuk mengetuk pintu langit. Tahun yang lalu adalah pelajaran, dan tahun yang baru adalah kesempatan. Mari kita perbaiki niat agar setiap langkah kita di tahun 2026 senantiasa dalam rida Allah SWT,” ujar Kiai Bai di hadapan jamaah.
Senada dengan hal tersebut, Kiai Imat memberikan penekanan pada pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan, terutama di wilayah Lebak. Menurutnya, kekuatan doa akan semakin kokoh jika dibarengi dengan kuatnya tali silaturahmi.”Istighosah ini adalah benteng spiritual kita. Saya berpesan kepada seluruh keluarga besar PJBN dan masyarakat agar terus menjaga ukhuwah. Jangan mudah terpecah belah. Dengan bersyukur, insya Allah keberkahan di tanah Banten ini akan terus mengalir,” tambah Kiai Imat.
wasekjen PJBN, H. Ade bonet, menyampaikan apresiasinya atas bimbingan para kiai sehingga acara ini berjalan lancar. Ia menegaskan bahwa PJBN akan terus bersinergi dengan para ulama untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya dan agama di Banten.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin secara bergantian, menciptakan suasana haru dan optimisme di tengah masyarakat yang hadir. Dengan berakhirnya istighosah ini, warga membubarkan diri dengan tertib membawa harapan baru untuk tahun 2026 yang lebih baik. (Wa”n)












