Temukan Potongan Kuku di Menu MBG PAUD Lebak, Koordinator Badak Banten Minta Audit Dapur SPPG

Lebak – Polemik terkait Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali muncul setelah ditemukannya dugaan potongan kuku pada makanan yang disajikan kepada siswa PAUD Berkah, yang dilayani oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cilegong Ilir.

Sebelumnya, pihak SPPG Cilegong Ilir telah memberikan klarifikasi bahwa proses pengolahan makanan selalu mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Menurut mereka, seluruh tahapan mulai dari pengolahan hingga pendistribusian makanan dilakukan dengan pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, klarifikasi tersebut mendapat tanggapan dari Ruswa Ilalhi, Koordinator Badak Banten. Ia mempertanyakan pernyataan pihak SPPG yang menyebut pengawasan dilakukan secara ketat setiap hari.

“Kalau memang pengawasan dilakukan secara ketat setiap hari, kenapa bisa ada potongan kuku di dalam menu makanan itu. Hal ini justru membuktikan bahwa pengawasan di dapur SPPG tersebut diduga masih lemah,” ujar Ruswa kepada awak media pada Jumat (13/3/2026).

Ruswa menegaskan bahwa temuan tersebut bukan sekadar isu, melainkan sudah terbukti dan telah beredar luas di berbagai media. “Potongan kuku itu sudah terbukti ada di dalam menu makanan dan sudah viral di beberapa media. Jadi jangan membuat klarifikasi pembenaran yang terkesan konyol,” tegasnya.

Menurutnya, pihak SPPG memang berhak memberikan klarifikasi kepada publik, namun klarifikasi yang disampaikan terkesan sebagai pembenaran atas kejadian yang sudah jelas terjadi. “Pihak SPPG sah-sah saja membuat klarifikasi pembenaran. Tapi menurut saya klarifikasi seperti itu sangat memalukan, karena faktanya sudah terbukti ada temuan potongan kuku di menu makanan dan itu sudah viral di beberapa media,” katanya.

Ruswa menambahkan bahwa kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius karena makanan yang disalurkan merupakan program pemenuhan gizi untuk anak-anak usia dini yang seharusnya dijaga kualitas dan kebersihannya secara maksimal. Ia juga mendesak pihak Badan Gizi Nasional (BGN) maupun Koordinator Wilayah (Korwil) untuk segera turun tangan melakukan audit terhadap dapur SPPG Cilegong Ilir.

“Saya berharap pihak BGN maupun Korwil segera turun untuk mengaudit dapur SPPG tersebut, agar ada evaluasi menyeluruh. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai dugaan temuan tersebut serta langkah evaluasi yang akan dilakukan. (Red-Bsn)