Lebak, buanasenanews.com – Aktivis Pemerhati Pembangunan Lebak Selatan, menyoroti bangunan rehab sekolah SDN 1 Cigemblong Kecamatan Cigemblong tanpa papan informasi proyek, yang mana sebagai salah satu syarat menggunakan fasilitas uang negara.
Salah satu Aktivis Lebak Selatan Momon Supriadi mengatakan, Rehab gedung sekolah itu tanpa ada papan anggaran diduga proyek siluman.
Momon menduga, tanpa adanya papan informasi proyek itu pihak sekolah tidak transparan, karena tidak diketahui jumlah anggaran, sumber dan tahap pengerjaanya.
“Jangankan dari pihak instansi terkait masyarakat pun berhak mengetahui dan mempertanyakannya, karena ini adalah anggaran negara yang digunakan, sehingga semua elemen terkait ke bawah itu berhak dengan berlandaskan aturan tentang keterbukaan informasi publik,” ungkapnya Kamis (02/11/2023)
Dijelaskan, dengan adanya program Pemerintah yang terus menggelontorkan anggaran demi meningkatkan mutu pendidikan dan memberi bantuan sarana pendidikan hingga ke pelosok daerah yang bertujuan meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran.
Namun, kata Momon, di dalam pelaksanaannya oleh pihak sekolah seringkali melanggar aturan yang ada dan mendapat sorotan dari warga masyarakat
“Keberadaan plang informasi proyek ini seharusnya memang sudah ada dan disiapkan sebelum tahap pekerjaan dimulai, yang bertujuan agar pelaksanaan setiap item pekerjaan proyek dapat berjalan dengan maksimal,” ucapnya.
Melalui papan informasi proyek ini, disebutkan Momon, agar publik dapat memahami bahwa dana bersumber dari APBN atau DAK baik dari Pemda atau pusat.
“Dengan tidak adanya papan plang informasi proyek di pembangunan rehab tersebut, maka pihak pelaksana kegiatan diduga secara sengaja mengindahkan Perpres No.70 thn 2012 tentang pemasangan papan plang proyek wajib dan Keppres No.80 thn 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang mewajibkan memasang papan nama proyek sehingga semakin memperkuat aturan dalam UUD No.14/2008/tentang keterbukaan informasi publik (UU KIP),” jelasnya.
Wartawan berusaha menggali kebenaran informasi dengan turun ke lokasi kegiatan, menemui pihak sekolah.
Haryadi, Kepala Sekolah SDN 1 Cigemblong, membenarkan bahwa pembangunan di sekolahnya tidak ada papan informasi kegiatan, namun menurut informasi yang didapatkan dari pemborong bahwa papan informasinya ada di salah satu SD di kecamatan Cijaku yang satu paket kegiatannya.
“Nanti saya sampaikan pak, terkait papan informasi supaya bisa dipisahkan, karena bukan hanya akang yang menanyakan hal tersebut.” Ujar Haryadi (Hasan)












