LEBAK  

Nelayan Binuangeun Alami Masalah Ganda, Penghasilan Anjlok di Tengah Lautan Sepi

Lebak,- Nelayan Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebal-Banten, yang beberapa pekan sebelumnya tertahan akibat cuaca buruk. Kurang lebih sudah delapan hari beraktifitas kembali, meskipun tangkapan belum maksimal namun sudah ada peningkatan setelah sekian lama tidak bisa melaut, Sabtu, (09/08/2025).

Cuaca setelah badai memang seringkali mempengaruhi aktivitas mencari ikan. Setelah badai reda, kondisi air laut mungkin masih belum stabil, dan ikan-ikan mungkin belum kembali ke habitat biasanya atau belum aktif mencari makan. Selain itu, kondisi cuaca yang berubah-ubah, seperti berawan atau cerah.

Beberapa nelayan bahkan ada yang beralih profesi sementara salah satunya menjadi kuli bangunan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama cuaca buruk yang bulan kemarin melanda.” Nelayan di Binuangeun sedang menghadapi masalah ganda, yaitu harga benih bening lobster (benur) yang anjlok dan kesulitan mendapatkan ikan. Dengan membaiknya cuaca, saya berharap pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga bisa stabil kembali dan penghasilan tangkapan kami terus meningkat,” pungkas Sadil pada redaksi Buanasenanews.com. Sabtu (09/08/2025).

Setelah cuaca mulai membaik jelang akhir bulan kemarin, hasil tangkapan yang diperoleh para nelayan kembali mulai lumayan membaik,” Meskipun tangkapan belum banyak tapi sudah lumayan setelah sbelumnya tidak bisa melaut,” tuturnya.

Menurutnya beberapa hari dalam sebulan biasanya nelayan juga tidak melaut karena cuaca buruk atau terang bulan, namun pada bulan kemarin cuaca buruk termasuk lama kurang lebih mencapai 15 hari.

Kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh nelayan, tetapi juga pedagang ikan di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan pasar setempat. Banyak pedagang mengeluhkan minimnya pasokan ikan, yang berimbas pada kenaikan harga.

“Ikan jadi susah didapat, harga pun ikut naik. Mau tidak mau, kami harus mengurangi pembelian karena takut tidak laku,” ungkap Asani, seorang pedagang ikan di TPI Muara Binuangeun. (K,San)