Lebak, Banten – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang resmi diluncurkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan fase masif mulai awal 2026 telah menyasar puluhan juta penerima di seluruh Indonesia. Program ini berfokus pada peningkatan status gizi siswa dari jenjang PAUD hingga SMA, ibu hamil, dan balita, sekaligus dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi lokal melalui mekanisme Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Salah satu unit SPPG yang menjadi prioritas pelaksanaan berada di Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, yaitu SPPG Cipalabuh Cundamanik. Pada hari ini (03/03/2026), launching perdana unit ini telah dilakukan secara resmi, dengan dihadiri oleh Camat Cijaku beserta seluruh jajaran Forkopimcam Kecamatan Cijaku, kepala sekolah dari lembaga pendidikan calon penerima manfaat, dan bidan desa se-Kecamatan Cijaku.
Pada kesempatan tersebut, Camat Cijaku, Cece Saputra, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi dan merasa bangga atas launching perdana Dapur Umum SPPG Cipalabuh Cundamanik ini, yang merupakan bagian dari dukungan kami terhadap Program Pemerintah Pusat terkait Penyediaan Makan Gizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak-Banten. Sejak awal perencanaan hingga hari ini, seluruh pihak terus melakukan koordinasi guna memastikan kegiatan berjalan lancar,” ujarnya.
Menurutnya, program ini dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bekerja sama dengan Yayasan MERDESA. “Kami sangat bangga karena Program Strategis Nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto kini telah terealisasi di Kecamatan Cijaku,” tambahnya.
Camat Cece juga menjelaskan bahwa dapur MBG bukan hanya berfungsi sebagai tempat pembuatan makanan, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. “Kasih sayang negara diwujudkan melalui porsi makanan bergizi yang diberikan, sementara perhatian terhadap kesejahteraan bersama diolah menjadi energi yang menggerakkan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
“Dengan launching dapur MBG ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata tidak hanya bagi penerima program, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi sekitar. Ketika program berjalan, komoditas pangan lokal akan bergerak, petani akan merasakan manfaat, UMKM lokal pun akan tumbuh, dan yang paling penting adalah anak-anak serta kelompok sasaran lainnya akan mendapatkan asupan gizi yang lebih baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Merdesa untuk wilayah Desa Cipalabuh, Iim Saripudin, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Menurutnya, yayasan telah melakukan persiapan matang mulai dari penyusunan rencana operasional, pelatihan tenaga penyaji makanan, hingga pemilihan mitra usaha lokal yang akan menyediakan bahan baku pangan. “Kami berkomitmen untuk memastikan setiap porsi makanan yang disajikan memenuhi standar gizi yang ditetapkan dan sekaligus memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Iim.
Kegiatan ditutup dengan membagikan santunan untuk anak yatim dan dilanjutkan dengan poto bersama. (Hn)












