Lebak, – Warga Desa Kandangsapi, khususnya Kampung Cireret, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten, menyampaikan keluhan terkait dampak lingkungan yang disebabkan oleh operasional peternakan ayam di sekitar area pemukiman. Persoalan utama yang dihadapi adalah peningkatan populasi lalat yang signifikan, terutama pada saat dan setelah musim panen, yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan masyarakat. (21/10/2025).
Hasil investigasi wartawan Buanasena, Warga melaporkan bahwa jarak antara kandang ayam dan area pemukiman sangat dekat, hanya berkisar beberapa ratus meter, sehingga memperparah dampak negatif yang dirasakan.
Salah satu peternakan yang menjadi perhatian adalah milik Sekretaris Desa Kandang Sapi, yang berlokasi di dekat pemukiman warga.
“Terdapat dugaan bahwa beberapa peternakan ayam di Desa Kandang Sapi tidak memenuhi standar pengelolaan lingkungan yang ditetapkan, Hal ini terlihat dari penemuan tumpukan karung berisi kotoran ayam yang ditutupi terpal di area belakang kandang, yang menjadi tempat berkembang biaknya lalat.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan warga terkait potensi penyebaran penyakit dan dampak kesehatan lainnya.
“Salah seorang warga mengungkapkan kekesalannya, “Kami sangat terganggu dengan kondisi ini. Kami berharap pemilik kandang dapat mencari solusi agar kami tidak terus-menerus mengalami masalah lalat setiap kali panen.”tegasnya
Upaya untuk mendapatkan klarifikasi dari pemilik kandang ayam melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan respons, hingga berita ini di terbitkan.
Warga juga menyampaikan dugaan bahwa dinas terkait hanya memberikan izin operasional tanpa melakukan pengecekan lapangan yang memadai. “Bagaimana mungkin izin bisa dikeluarkan tanpa mempertimbangkan kondisi lapangan dan kedekatan lokasi dengan pemukiman warga?” ujar seorang warga dengan nada protes.
Dampak yang dirasakan warga antara lain:
– Lalat masuk ke rumah-rumah dan menghinggapi makanan, meningkatkan risiko penyebaran penyakit.
– Kesulitan untuk beraktivitas di luar rumah akibat banyaknya lalat.
– Kekhawatiran akan penyebaran penyakit seperti diare dan tifoid.
“Untuk mengatasi persoalan ini, warga mendesak pemerintah setempat dan dinas terkait untuk segera mengambil tindakan konkret.
agar pemerintah dapat bertindak cepat dan responsif terhadap keluhan ini demi kesehatan dan kenyamanan bersama. (Red-Bsn)












