Lebak – Jalan lingkungan yang di bangun dengan menggunakan material paving blok di duga tidak berkualitas dan jauh dari spesifikasi standar yang di gunakan. Hal ini mendapatkan perhatian sekaligus mendapatkan kritikan dari lembaga swadaya masyarakat seperti LSM OMBAK. 19/06/2024
Jalan lingkungan yang di bangun dengan menggunakan anggaran APBDES tahun anggaran 2024 dengan tahap pengerjaan 60 Hari kalender dengan menelan anggaran sebesar Rp, 79,133,200, dengan Volume 2,00 X 218,00 M, kegiatan berlokasi di kampung Cisonggom desa Kadujajar kecamatan Malingping kabupaten Lebak – Banten.
Sementara di lokasi pengerjaan banyak material jenis paving blok patah terbagi dua di duga kuat bahan material yang kurang berkualitas. Terpasang di lokasi pengerjaan spanduk kurang lebih satu meter persegi dengan isi tulisan Pemerintah Kabupaten Lebak Kecamatan Malingping desa Kadujajar yang merupakan Program sarana dan prasarana desa, jalan Lingkungan permukiman.
Dari hasil pantauan awak media beberapa waktu yang lalu, para pekerja yang bekerja di pembangunan tersebut yang tidak ingin disebutkan namanya menuturkan, dengan banyaknya material paving blok yang patah, bahkan ada yang menjadi dua bagian terbelah, juga ada yang hancur terbagi tiga. “Iya pak ini paving blok banyak yang patah ada yang terbagi dua ada juga yang hancur terbagi tiga, tapi kami akan minta ganti dan menghitung sesuai paving blok yang patah.” Terang pekerja kegiatan
Sementara wartawan berusaha mengkonfirmasi dan menghubungi kepala desa melalui pesan WhatsApp, menanyakan terkait kualitas material paving blok yang di duga tidak sesuai spek, namun tidak ada jawaban.
Agus Rusmana yang juga ketua investigasi Lsm Ombak, menjelaskan bahwa dengan adanya pembangunan yang ada di wilayah Lebak yang di duga memakai material asal–asalan, tidak sesuai spesifikasi standar material paving blok yang terkesan di paksakan, “Seharusnya pembangunan jalan lingkungan yang ada di desa kadujajar harus benar–benar menggunakan bahan yang berkualitas, sebab di lihat dari struktur jalan yang di bangun selain menanjak juga berbelok, hal ini sangat rentan dan di khawatirkan pembangunan jalan tidak awet atau cepat rusak,” ucap Agus.
Masih kata Agus, “Kami berharap jangan sampai pembangunan yang ada di di kabupaten Lebak asal- asalan, karena ini yang di gunakan uang negara harus benar-benar sesuai apa yang di butuhkan masyarakat, dan di duga Oknum kepala desa nya itu sendiri memiliki perusahan percetakan paving blok dan hal ini terkesan dengan mengedepankan ke untungan pribadinya bukan untuk benar–benar membangun dan mengedepankan kebutuhan hajat orang banyak. Tegas agus. (Sapei)












